Denpasar Kamis 8 Juni 2021 | persindonesia.com – Desa Bongkasa pada PKB ke 43 diberikan kepercayaan untuk pementasan seni “Tari Tradisi”, menimang desa ini sesak dengan para seniman-seniman tari tradisi yang mempunyai kaliber tinggi. Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan salah satu bentuk penghargaan kepercayaan yang terbaik, menimang PKB memang didirikan untuk kancah para maestro-maestro seni.
Spektakuler dan penuh kemagisan persembahan Tari Tradisi yang dimotori oleh sanggar Batur Baskara, kali ini Tari Tradisi yang dipentaskan/ditarikan oleh para maestro tari tersebut meliputi tari Bapang Barong Pakem Bongkasa ditarikan oleh I Nyoman Muliana, Tari Jauk Manis ditarikan oleh I Gede Adi Mahendra, Jauk Keras oleh penari I Gusti Bagus Alit Satria Wibawa, dan untuk tari Rangda dimainkan oleh maestro tari Rangda I Putu Alit Swantara.
Secara khusus sebagai penata tabuh dalam setiap tarian tersebut I Komang Agus Ratmadi Putra dan I Gede Riski Hermawan, dengan penanggungjawab secara keseluruhan Krama Pemaksan Pura Batur Bongkasa.
Acara dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Artcenter Denpasar dengan protokol kesehatan yang ketat dengan tanpa menghadirkan penonton namun secara virtual.

Cahaya Putra Wardana, SH., Kepala Rombongan /Tim Desa Bongkasa, Abiansemal Badung yang juga Ketua Sanggar “Batur Baskara” motor pegelaran Tari Tradisi di gedung Ksiarnawa , kepada media mengungkapkan , pementasan tari tradisi pada PKB ke 43 di tahun 2021 ini, kami mementaskan tari Bapang Barong pakem Desa Bongkasa, tari Jauk Manis, tari Jauk Keras dan tari Rangda, kami mengedepankan tarian pakem yang telah ada dikolaborasikan dengan pakem yang ada di desa Bongkasa.
Kami mengharap supaya di tahun depan kegiatan ini terus berlanjut dan bisa menjadi salah satu acuan untuk dibukanya kembali pariwisata Bali, ungkap Cahaya Putra Wardana.

Pemangku Rombongan yang juga Pembina sanggar Batur Baskara : Jro Mangku Wardana menambahkan , astungkara berkat suweca Ida Sanghyang Widi Wasa pagelaran berjalan dengan lancar, kami telah mempersiapkan pagelaran ini selama lebih dari dua bulan, sekalilagi astungkara telah berjalan lancar, kedepan terkait tari tradisi harus dilestarikan, nanti sanggar-sanggar yang ada pemerintah juga harus terus memberikan edukasi dan pendampingan sehingga tari tradisional tidak akan hilang begitu saja, harap Jro Mangku.
Dikatakan , sanggar ini (Batur Baskara) eksis atas dukungan dari berbagai pihak dan saya juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung ; Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati dan Bapak Sekda, begitujuga dengan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, begitujuga BPD Bali yang peduli dengan seni dan budaya, karena seni menyatukan, ungkap Jro Mangku Wardana mengakhiri.
Berikut kutipan video singkat”Persindo Chanel”
Red/Krg






