Evaluasi dampak PPKM Darurat

Surabaya, Persindonesia,- Pertemuan 4 Menteri secara virtual membahas  tentang dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bagi masyarakat kecil, Sabtu (17/7/2021).

Dampak terhadap ekonomi begitu besar, akibat penurunan mobilitas dan aktifitas masyarakat selama penerapan PPKM Darurat yang tidak bisa di elakkan bagi Rakyat Indonesia  khususnya Jawa-Bali.

Tempat kerumunan, mall dan pusat pembelanjaan harus ditutup, jumlah karyawan pabrik untuk segera dikurangi mengingat virus varian delta begitu cepat penularan.

Bukan kebijakan mudah menyeimbangkan terjadinya PPKM Darurat, dengan ini Presiden memberikan bantuan melalui Menteri Keuangan dan Menteri Sosial dengan jumlah anggaran mencapai 39,19 Triliun.

Adapun bantuan sebagai berikut :

Bantuan beras bulog ini akan diberikan kepada 18,8 juta KPM Kartu Sembako dan 10 juta penerima BST. Sehingga totalnya akan memberikan kepada 28,8 juta penerima dengan masing-masing sebesar 10 kg per keluarga. Anggaran yang digelontorkan pemerintah adalah sebesar Rp 3,58 triliun, yang akan dikeluarkan dari 250 ribu ton beras dari gudang Bulog.

Bantuan 8 juta keluarga yang tinggal di pedalaman desa,nilai 28,8 Triliun untuk setiap keluarga di berikan 300 ribu januari hingga desember.

Tambahan extra 2 bulan untuk 18,9 juta penerima manfaat sembako.

Bantuan sosial tambahan untuk 5,9 juta keluarga penerima manfaat usulan daerah. Bansos Tunai (BST)

Dana BST akan diberikan kepada 10 juta keluarga dengan alokasi sebesar Rp 300 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini yang semula berhenti pada April lalu, akan diperpanjang 2 bulan yakni Mei-Juni dengan pembayarannya sekaligus di bulan Juli senilai Rp 600 ribu. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini sebesar Rp 17,46 triliun.

Alokasi anggaran 10 Triliun untuk program kartu prakerja.

Untuk pelajar dan pengajar, subsidi kuota diperpanjang hingga Desember 2021 dengan sasaran 38,1 juta siswa dan tenaga pendidik. Tambahan anggaran sebesar Rp 5,54 triliun dengan total anggaran Rp 8,53 triliun

Subsidi listrik rumah tangga 450-900 VA diperpanjang dari September menjadi Desember 2021 untuk 32,6 juta pelanggan. Anggaran bertambah dari Rp7,58 triliun menjadi Rp9,49 triliun.

Perlu diketahui PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 juli dan berakhir 20 juli 2021 ini, apakah dievaluasi di perpanjang atau tidak, pemerintahan masih perlu memirkannya lagi mengingat varian delta tentang virus ini begitu cepat penularan.

Selain itu Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Bisar Panjaitan yang selaku Koordinator PPKM Darurat Jawa dan Bali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Rakyat Indonesia khususnya Jawa-Bali, karena masih belum optimal dalam penekanan penanganan Covid-19.
Jumlah angka yang sudah masuk dari satgas covid 19 terakumulasi mencapai 2.832.755 orang, penambahan kasus sembuh positif 27.903 kasus, sehingga data pasien sembuh menjadi 2.232.394 untuk hari ini. Sabtu,17/7/2021

Pada hari yang sama, jumlah pasien yang meninggal Covid-19 1.092 sehingga total mencapai 72.489 pasien meninggal. (Hendro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *