Persindonesia.com – Deli Serdang- setelah bertahun-tahun mulai tahun 2013 hingga 2021 masyarakat kelambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang. melalui Badan Pertanahan Desa (BPD) dan para tokoh masyarakat sudah mengajukan permohonan kepada pihak PTPN II, dan sudah mendapat rekomendasi dari Bupati Deli Serdang, guna pasilitas sosial yaitu pemakaman, khususnya warga kelambir V Kebun yang sampai sekarang belum ada tanggapan atau rekomendasi dari pihak PTPN II, Senin (19/7/21).
Diterima Bupati, Dandim Badung Serahkan Bantuan Obat Pasien Karantina COVID-19
Warga Kelambir V Kebun Yetti selaku tokoh masyarakat menjadi pejuang pertama dalam peletakkan makam pertama di pemakaman yang baru, di lahan XHUGN PTPN II Desa Kelambir V Kebun yang tak lain adalah makam anak kandungnya sendiri.
“Saya ikhlas pemakaman anak saya yang sudah dimakamkan beberapa tahun yang lalu di angkat dan dipindahkan ke pemakaman yang baru, mudah-mudahan ada pejuang selanjutnya,” kata Yetti kepada awak media, Minggu 18 Juni 2021.
Forkopimda Jatim Berikan Bansos dan Ajak Masyarakat Bervaksin
Selain Yetti, tampak hadir dalam peletakan makam pertama itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Tokoh Masyarakat Desa Kelambir V.
Muhammad Sulaiman selaku anggota DPRD dari fraksi PPP mengatakan, sangat mendukung masyarakat agar tidak bingung dengan keadaan makam yang sekarang, sudah tidak memadai dan tumpang-tindih, kiranya pihak PTPN II bisa memberikan.
Wadanlantamal IV Saksikan Peluncuran Penyaluran Bantuan Beras PPKM Darurat 2021
Disamping itu BPD Suramin, SE juga menjelaskan, disini kita sama-sama menyaksikan bentuk permohonan dan perjuangan masyarakat untuk memindahkan pemakaman dari Dusun Kamboja kecamatan, Hamparan Perak, ke areal lahan XHUGN PTPN II yang sudah mendapatkan rekomendasi Bupati. “Saya ucapkan terimakasih kepada kak Yeti selaku tokoh masyarakat yang sudah menjadi pejuang disini,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat Drs.Sudirman saat di wawancara awak media mengatakan, sangat mendukung di sini mari sama-sama diketahui pemakaman di Dusun Kamboja sudah tidak memadai dan sudah tumpang-tindih, pernah saya alami keluarga saya yang meninggal pertama kali di gali terlihat kain kafan dan sampai 3 kali berturut-turut barulah dapat tempat yang layak. (syamsir)






