Munajat dan Virtual Takbir Nasional “Mengetuk Pintu Langit”

Surabaya, Persindonesia,- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengikuti acara Munajat dan Virtual Takbir Nasional dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 19/7/2021 pukul 19.30 wib.

Acara Munajat dan Takbir Nasional secara virtual di ikuti oleh Gubernur Jatim dan Wakil serta jajarannya, Pengurus Takmir Masjid Agung Surabaya, KH. Anwar Manshur Lirboyo Kediri, Gus Miftah Jawa Tengah, KH. Agoes Ali Mashuri Sidoarjo, Ustad A. Muzzaky Al Hafidz Takmir MAS, Asosiasi YouTuber Santri Indonesia (AYSI), Atta Halilintar, Rafi Achmad dan Anang Hermansyah Jakarta). ( Sumber akun YouTube MMC Kominfo Propinsi Jatim)

Suara Takbir yang begitu merdu dikumandangkan oleh Ustad H.M. Husni Mubarak Al Hafidz di iringi pukulan bedug oleh Satpol PP Provinsi Jatim membuat suasana acara semakin hikmat dan khusuk.

“Alhamdulillah lewat acara malam ini semoga Bangsa Indonesia khususnya Jawa Timur segera terbebas dari virus corona, terima kasih saya sampaikan kepada AYSI yang sudah menyiarkan acara malam ini ke semua channel YouTuber, Mas Anang Hermansyah, Rafi Ahmad, Atta Halilintar di Jakarta saya sampaikan terima kasih, nanti juga akan disampaikan tauziah oleh Gus Miftah prihal tetap semangat hidup di musim Pandemi sekaligus kita akan berdoa bersama yang akan dipimpin oleh panjenenganipun KH. Agoes Ali Mashuri dan KH. Anwar Mashur,” kata Khofifah.

Setelah memberikan sambutan Gubernur Jatim juga memberikan piagam penghargaan kepada YouTuber Anang Hermansyah, Rafi Ahmad dan Atta Halilintar.

“Di saat seperti ini Pandemi dan Pemerintah berusaha ikhtiar untuk rakyatnya lewat vaksin massal, sudah selayaknya kita sebagai rakyat harus nurut aturan dan himbauan Pemerintah untuk ikhlas dan bersedia di vaksin agar Bangsa Indonesia terbebas dari Virus Corona, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke saya, mereka ngak mau vaksin karna banyak setelah ikut vaksin meninggal dunia atau sakit, saya cuman ilustrasikan kalau kita habis makan terus sakit perut apakah berarti kita tidak perlu makan karena salah satu ikhtiar untuk bertahan hidup,” itu secuil ceramah Gus Miftah.

Acara di tutup pantun Doa oleh KH. Agoes Ali Mashuri dan KH. Anwar Manshur Lirboyo Kediri. (Anang Takim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *