Persindonesia.com Jembrana – Penerapan PPKM Darurat di Jembrana, Bupati I Nengah Tamba menegaskan, masyarakat ikuti vaksin dan prokes ketat, sehingga angka kasus Covid-19 bisa turun dan Penerapan PPKM Darurat bisa distop.
Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Jembrana, menyebabkan, ruang ICU RSU Negara penuh dan parahnya terjadi kelangkaan oksigen, dan juga terjadi penolakan PPKM Darurat oleh masyarakat.
Hari Raya Idul Adha 1442 H Pemkab Pesibar Adakan Penyembelihan Hewan Qurban
“Kekawatiran kita adalah menumpuknya pasien Covid-19 di RSU Negara, hari ini kita ketahui terjadi kelangkaan oksigen dan liquid, bayangkan kalau oksigen dan liquid habis karena menumpuknya pasien, ini bukan di Jembrana saja menumpuk melainkan seluruh Indonesia ini yang kita khawatirkan,” ujar Bupati I Nengah Tamba SH. Rabu (12/7/2021).
Fakta sudah menunjukan, lanjut Tamba, dari 23 orang yang meninggal hanya 1 yang sudah divaksin itu pun hanya dosis 1. “Hal-hal ini menjadi keprihatinan kita, bahkan masyarakat meminta kepada saya untuk menolak PPKM, apakah masyarakat mau disiplin, apakah semua sudah mengikuti vaksin,” terangnya.
Ya Tuhan! RSU Negara Kehabisan Gas Oksigen, Ruang ICU Penuh
Ia melanjutkan, masyarakat menuntuk agar pihaknya menolak PPKM Darurat di berhentikan, Tamba menegaskan, itu bisa saja pihaknya menolak. “Kalau mau PPKM disetop turunkan angka kasusnya dulu, kita bekerja setiap hari hanya mengurus vaksin saja. Kapan ini selesai, kalau angka tidak turun gimana kita bisa menyetop PPKM,” tegas Tamba.
Ia menambahkan, di daerah lain semua masyarakat mengejar vaksin sampau mereka antre. “Kami menghimbau kepada masyarakat mari datang ketempat vaksin, toh itu gratis dan bisa membantu meningkatkan imun tubuh, supaya keadaan kembali normal,” ucapnya.
Gubernur Koster Instruksikan Perubahan RPJMD 2018-2023 Harus Tepat Sasaran
Lebih jelasnya Tamba menegaskan, mulai besok pihaknya akan melakukan rahazia vaksin. “Mulai besok siap-siap masyarakat akan diperiksa, ingat keluar bawa kartu vaksin, kita akan melakukan razia vaksin. Razia vaksin nanti bisa dijalan mapun di desa-desa dan langsung kita lihat stastistik datanya,” tutupnya. (Sb)






