Pertama di Indonesia, Aplikasi I-BAN Beri Keadilan Kepada Masyarakat Jembrana

Silahkan lihat video teritorialnya 

Persindonesia.com Jembrana – Kabupaten Jembrana kembali melauncing program berbasis teknologi yang diberi nama Aplikasi I-Ban (Integrated Bansos) merupakan bantuan layanan sosial terintegrasi. Aplikasi tersebut diyakini merupakan satu-satunya aplikasi yang diperuntukan menyasar masyarakat yang belum sama sekali mendapatkan bantuan sembako.

Aplikasi tersebut lansung di launching oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Jembrana beserta seluruh OPD Pemkab Jembrana, bertempat di Rumah Jabatan Bupati Jembrana.

Aplikasi I-Ban ini bersumber dari Aplikasi JES yang merupakan induknya, dan bisa di download di handphone android melalui playstore yang bernama SpeedID. Dari sisi admin akan menginput nama dan dan NIK. Melalui NIK itu ada tiga tahapan verifikasi, diantaranya verifikasi pengguna apa sudah divaksin atau belum.

Ketua TKSK Tapung Hulu: Saya Berterima Kasih Kepada Polsek Tapung Hulu

Kalau pengguna belum divaksin, otomatis aplikasi ini akan menolak permohonannya, sehingga pengguna nanti mendapatkan notifikasi melalui pesan di hanphone yang menintruksikan peguna dimohonkan untuk mengikuti vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

Untuk verifikasi kedua ini menverifikasi dengan data kependudukan, jika pengguna merupakan instansi pemerintah, PNS, TNI Polri dan lainnya sampai perangkat desa, secara otomatis system akan menolak.

Kronoligis Kejadian Penyiraman Air Keras Terhadap wartawan

Untuk verifikasi ketiga, khusus menverifikasi data dari dinas sosial, terkait bantuan sosial yang sudah didapatkan sebelumnya oleh masyarakat. Jika masyarakat sudah terdaftar mendapat bantuan dari pemerintah otomatis system akan menolak permohonannya, melalui pesan di handphone pengguna.

Dalam aplikasi tersebut, jika masyarakat belum mendapat bantuan sama sekali, permohonannya akan lolos dan mengambil bantuan beras di Kantor Camat terdekat diwilayahnya

Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Senin, 2 Agustus 2021.

“Kata I-Ban ini merupakan suata kata nuansa bahasa asli Jembrana, yang artinya “Anda”. Dimasa pandemic covid ini banyak sekali bantuan sosial dari pemerintah yang bersumber dari APBD maupun dari pemerintah pusat,” ungkap Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Jembrana, Selasa (3/8/2021)

Ia juga menuturkan, berkaitan dari bantuan yang bersumber dari dana APBN dan APBD itu sudah ada by name dan by addres, itu tidak bermasalah dalam penyalurannya, dalam hal ini yang menjadi kendala, bantuan datangnya diluar dari sumber tersebut sangat sulit menyalurkannya agar tepat sasaran.

Para Pemilik Perahu Desa Pengambengan Dikumpulkan Bupati Tamba

“Oleh sebab itulah aplikasi I-Ban ini dilunculkan. Aplikasi ini juga mengadopsi kebijakan pemerintah terkait percepatan vaksinasi. Kita sering membaca di medsos terkait dengan bantuan yang kita salurkan ada beberapa komen yang mengatakan “Nyen-Nyen Gen ne baange irage cepok sing taen maan” (siapa-siapa saja yang dapat, saya sekali tidak pernah dapat),” jelasnya.

Dari hasil diskusi, lanjut Tamba, masyarakat yang belum pernah tersentuh bantuan apa pun. Maka dari itu pihaknya hari ini melouncing Aplikasi I-Ban. aplikasi inilah nantinya yang mengetahui masyarakat layak mendapat bantuan atau tidak. Yang belun pernah mendapat bantuan nanti di aplikasi ini akan menjawab.

Bupati Tamba Optimis, Pelabuhan Ikan Internasional dan TIKTOW Bisa Dongkrak PAD Jembrana

“Program IBan ini adalah program yang paling tidak, bisa memberikan keadilan bagi masyarakat, bahwa kalau yang meresa sudah mendapatkan bantuan sosial seperti BLT,BST dan lainnya tidak akan mendapat bantuan lagi. Bantuan yang kami bagikan melalui aplikasi ini merupakan bantuan dari pihak ketiga swasta, bantuan ini pun tidak mencukupi untuk masyarkat Jembrana, untuk itu kami terus menggugah saudara-saudara kita yang mempunyai rejeki lebih dalam suasana covid ini mari kita bantu kepada masyarakat yang memang hari ini betul-betul membutuhkan,” jelasnya.

Tindakan ini, menurutnya, bisa membantu tindakan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat, yang memang benar belum tersentuh bantuan apapun. “Toh ini juga merupakan bantuan dari pihak swasta, kita tidak benturan dengan pemerintah. Aplikasi ini akan terus dikembangkan kedepan, bukannya bantuan beras saja, yang lain pun bias nanti masuk ke aplikasi,” tutupnya. (Sb)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *