Bupati Mengeluh, Penyaluran Transportir Tidak Tepat Sasaran, Kwalitas Jelek Beras Dikembalikan

Persindonesia.com Jembrana – Bantuan beras dari Kemensos RI yang sudah menjadi paket 5 kilogram tempo lalu dikeluhkan warga dikarenakn kwalitasnya jelek, butiran berasnya pecah-pecah, bahkan berwarna kuning dan ada beberaa warna hitam. beras tersebut ditemukan waktu lalu di Kantor Camat Negara sebelumnya, sehingga penyalurannya dihentikan. Sehingga beras tersebut dititipkan sementara di eks rumah jabatan Sekda di dekat Kantor Camat Negara.

Beras tersebut diperuntukan untuk warga terdampak Covid-19 di masa PPKM Darurat. Diketahui bantuan tersebut merupakan dari Kemensos RI, dimana dan pelelanganya dimenangkan oleh transportir, adapun penyalurannya tanpa kordinasi dengan pihak terkait sehingga, penyalurannya tidak tepat sasaran. hal tersebut langsung mendapat tanggapan langsung dari Bupati Jembrana Tamba SH.

Bekerja Sama Dengan Instansi Terkait Lainnya, Kodim 1617/ Jembrana Terus Gelar Razia Vaksinasi Di Jalanan

Menurutnya, pihaknya tidak bisa memantau beras yang rusak tersebut, dikarenakan pemenang tender (transporter) tersebut langsung menyalurkan dan menurunkan di kantor desa dan kantor camat tanpa sepengetahuannya. “Sebenarnya saya mau melihat beras tersebut sebelumnya makanya saya memanggil transporter tersebut ya ternyata sudah disalurkan duluan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ternyata transporter tersebut menyalurkan beras tidak sampai ke penerima, mereka hanya menurunkan begitu banyaknya beras di Kantor desa dan kantor camat saya pribadi tidak mau seperti itu, sebanyak 38 ribu beras kalau tidak bagus cara penyalurannya itu menyebabkan blunder juga. Kemarin saya mau mengumpulkan transporter tersebut, ternyata yang datang bosnya transporter, dengan enteng mengatakan beras sudah disalurkan dan hampir habis, ada apa-apa ini,” tuturnya, Rabu (4/8/2021)

Kapolri Luncurkan Bantuan 1.000 Oksigen Konsentrator

Setelah ditanya, lanjut Tamba, beras sebanyak 38 ribu hanya sekejap mereka menyalurkan, akan tetapi mereka menurunkan di desa-desa dan di camat hanya butuh 1 hari sudah habis katanya. “Disinilah saya kecewa, beras sebegitunya banyaknya diturunkan dengan sembarangan, tidak melalui data penerima yang memang belum tersentuh bantuan apapun. Untuk menyalurkan bantuan, semestinya mereka mengajak staf dari pemkab yang sudah terlatih dan mengetahui mana saja warga yang memang belum mendapat bantuan,” terangnya.

Ditempat terpisah saat dihubungi via whatsapp, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana, I Made Dwipayana sat dikonfirmasi mengatakan, dirinya mengaku telah menarik sejumlah beras bantuan Kemensos RI yang dikeluhkan warga. “Beras tersebut sudah ditarik dan akan diganti oleh penyalur tersebut. kemarin transpoter tani datang malam-malam. Dan terus tadi kami berkeliling di Desa Tegalbadeng Barat dan Kaliakah diskusi tentang berasnya,” uraiannya.

Forkopimda Jatim Mengecek Vaksinasi komunitas kampus di ITS dan Unesa

Menurutnya, lanjut Dwipayana, berasnya bervariasi terutama warnanya, ada beberapa kantong yang agak kekuningan dan ada beberapa butir saja yang agak coklat muda, bau apek tidak ada, beras bersih tidak ada kutu, secara keseluruhan masih masuk kategori beras medium, cuman belum tahu hasil nasinya seperti apa.

“Di dua desa itu beras belum berani dibagikan, setelah cek tadi, rencana besok di bagikan. Standar beras dari kemensos memang medium, beda dengan beras untuk karantina covid yang dari Pemkab, kami pakai beras Bulog premium kwalitasnya jauh memang paling bagus, dan beras medium beda, kemungkinan di desa ada sedikit mis komunikasi perbandingan kualitas beras yang datang berbeda-beda,” tutup Dwipayana. (Sb)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *