Bupati: Nglarisi Jajane Wonge Dewek Perlu Aksi Nyata

Tegal –  Sejak merebaknya Virus Corona atau Covid-19 dari Wuhan tahun 2019 nampak hampir semua sektor tumbang, terutama pada sektor ekonomi, perdagangan yang mengakibatkan banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terpuruk, sepertihalnya di Kabupaten Tegal sehingga Hj. Umi Azizah, Bupati Tegal menggugah para pejabat dan masyarakat berpenghasilan lebih untuk berbelanja langsung ke pelaku UMKM

Kendati demikian dalam prosesnya, Bupati berharap agar mereka tidak hanya membeli, tetapi juga bisa berperan sebagai agen pemasaran produk UMKM, seperti  program pemerintah Kabupaten Tegal dengan konsep “Jalabia” atau jualan bareng Umi-Ardie,  melalui konsep tersebut pemerintah turut membantu mempromosikan produk UMKM, diantaranya dengan di unggah profil usahanya ke media sosial agar dapat meningkatkan pesanan atau order dari konsumen

Gerakan yang diinisiasi DisdagkopUKM Kabupaten Tegal tersebut merupakan bagian dari kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, bahkan Bupati menilai, gerakan membeli produk UMKM akan membantu pelaku usahanya bertahan hidup, bahkan tetap melaju di tengah pandemi.

Menurutnya, Pelaku UMKM harus bisa berinovasi, memanfaatkan layanan pesan antar, memasarkan produk dan karya usahanya secara daring melalui media sosial maupun pesan percakapan hingga platform marketplace, sehingga Pembatasan mobilitas dan kegiatan masyarakat untuk menekan penularan Covid-19 ini jangan menjadi penghalang pemasaran produk UMKM, ujar Bupati Tegal di aula Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisdagkopUKM) Kabupaten Tegal

Pandemi Covid-19 telah menekan kehidupan ekonomi pelaku usaha kecil, usaha mikro dan ultra mikro. Bahkan tidak sedikit diantaranya yang kemudian terpuruk karena pendapatan hariannya menurun drastis, untuk itu Pemerintah terus menggelontorkan program stimulus ekonomi dan bantuan sosial kepada pelaku UMKM terdampak covid-19 agar perputaran roda perekonomian tetap stabil dan konsep “Nglarisi Jajan Wonge Dewek” jangan hanya menjadi hiasan dinding atau sekedar Slogan Bahasa Tegalan akan tetapi harus ada Aksi Nyata (red/Tim) .

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *