Tegal – Menindaklanjuti arahan Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Johardi melakukan sidak kartu vaksinasi bagi para ASN dan Non ASN di Lingkungan Pemkot Tegal, Sekda Kota Tegal Johardi lakukan sidak di Gerbang Balai Kota, Johardi menyasar lingkungan OPD dan kantor berada di luar Balai Kota Tegal pada Selasa (10/08/2021). Salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal.
“Ini dalam rangka meningkatkan kesadaran kepada seluruh ASN maupun Non ASN terhadap kartu vaksin yang sudah dicanangkan oleh Bapak Wali Kota Tegal. Hari ini ada dua kegiatan yaitu yang pertama adalah operasi kartu vaksin di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal dan yang kedua meningkatkan disiplin pegawai jam 07.30 WIB kita pintu tutup dan sekarang dilanjut operasi di masing-masing OPD hari ini kita operasi di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal,” ucap Johardi.
Nampak dalam sidak Sekda Kota Tegal , Johardi, Asisten Pemerintahan Plt. Inspektur Kota Tegal, Imam Badarudin, Kepala Satpol PP Kota Tegal, Hartoto, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Rudy Herstyawan
Dalam sidak di lokasi kantor DLH Kota Tegal, Johardi dihadapan Kepala DLH Kota Tegal Resti Drijo memberi apresiasi Kepala OPD yang menjalankan perintah atasan.
“Kita tahu persis dari kepala Dinas Lingkungan Hidup bahwa sudah diberitahu oleh pimpinan agar semua sudah divaksin dan menunjukan kartu vaksin dan tadi sudah beberapa yang sudah pakai kartu vaksin hanya masih manual pakai kertas, mulai siang ini harus dicetak dengan kartu vaksin, ini tetap meningkatkan kesadaran terhadap vaksin yang tentunya hasilnya kita rasakan bersama yaitu dapat meningkatkan imun, meningkatkan ketahanan tubuh untuk terhindarnya dari virus corona yang sekarang ada ini.”
“Kalau yang belum divaksin itu kemungkinan sudah pernah diperiksa hanya ada kendala kemungkinan ada komorbit yang perlu di sembuhkan, yang sama sekali tidak vaksin itu akan kita panggil alasannya apa, apakah hanya karena alasan pribadi tidak mau divaksin,” ungkap Johardi.
Oleh karena itu Johardi meminta sebelum ada pemanggilan diberikan kesempatan sekali dua kali ini untuk bisa berfikir dan juga berfikir positif bahwa vaksin pasti akan ada hasil yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak vaksin. Disebutkan Johardi walaupun tetap meninggal tidaknya karena Allah SWT tetapi percayalah bahwa manusia punya tim kesehatan, tim dokter yang memang diakui oleh dunia
“WHO ini kan dari dunia sampai dengan tim kita di Indonesia dan juga oleh MUI itu dihalalkan dan dianjurkan untuk mengikuti vaksin supaya masyarakat semuanya tetap sehat,” jelas Johardi.(Red/Tim)






