GSPI Kota Tegal Santuni 100 Anak Yatim Piatu

Tegal – Hari Asyura 1443 H, seratus anak Yatim Piatu Kota Tegal mendapat santunan berupa uang tunai dari DPC GSPI (Generasi Sosial Peduli Indonesia) Kota Tegal di Kantor Sekretariat DPC GSPI Kota Tegal, Jalan Wahidin Sudirohusodo No.7 Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, pada Kamis (19/8).

Ketua DPC GSPI Kota Tegal, Agil Riyanto Darmowiyoto, SH menjelaskan, selain membantu orang sakit dan tidak mampu, GSPI Tegal juga ingin sedikit mengurangi beban anak-anak yatim piatu di moment 10 Muharram.

“Ini acara dadakan, para anggota kami segera bergerak mengumpulkan donasi, juga teman-teman Alumni banyak yang bantu , yaitu ASPEGA’76 (Alumni SMPN 3 Tegal’76), SMANDA’80 Brebes (Alumni SMA negeri 2 Brebes) dan KAHGAMA’80 (Alumni Fakultas Hukum UGM Yogyakarta), serta ada seorang anggota Dewan yang ikut berkontribusi di acara ini. Tadi juga dihadiri Ustad Muhamad Mujib dari Ponpes Sarang,”ungkap Agil.

Ditambahkannya, 100 anak yatim piatu tersebut berasal dari wilayah-wilayah di Kota Tegal, dimana dalam pemberian santunan, pihaknya menghindari terjadinya kerumunan dengan membagi 50 anak langsung diundang ke lokasi acara, dan separuhnya lagi, santunan diberikan langsung dirumah mereka.

Sementara, menyikapi dampak pandemi, GSPI Kota Tegal berharap kepada pemerintah agar bantuan-bantuan sosial untuk masyarakat lebih ditingkatkan.

“Karena semua terdampak, usaha warung makan, dan usaha-usaha lainnya, termasuk orang-orang sakit yang tidak mampu ini, yang selama ini kami bantu, mereka sakit bukan karena Covid tetapi karena tingkat ekonomi mereka drop hampir seratus persen, sehingga imun mereka menurun. Kami bolak balik membantu mereka ke RS Kariadi Semarang,” beber Agil.

Sementara itu, Dewan Penasihat GSPI Kota Tegal, Soni Sontani, SH yang turut hadir dalam santunan anak yatim piatu tersebut mengapresiasi semangat relawan GSPI dalam berkoordinasi dengan para donatur.

“Walau belum begitu banyak, baru seratus anak yatim piatu, tapi niat ini sudah sangat baik sekali,” katanya

Soni juga mengingatkan kepada para anggota GSPI Kota Tegal agar tetap menjaga kesehatan diri meski selama ini kegiatan mereka membantu orang-orang sakit yang tidak mampu.

“Walau bagaimanapun, kita (GSPI) tetap membantu masyarakat, dan jangan sampai malah jatuh sakit. Harus Sehat agar masyarakat yang membutuhkan bantuan tetap bisa tertangani, “pinta Soni

Senada dengan itu, Karel Hermansyah, Dewan Penasihat GSPI Kota Tegal menambahkan bahwa GSPI bisa menjadi jembatan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

“Tidak hanya anak-anak yatim piatu, orang sakit, para janda, dan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa lagi, kami (GSPI) bantu, tanpa pandang bulu. Inilah misi Kemanusiaan,” terang Karel.

Pada kesempatan itu, Dewan Pembina GSPI Kota Tegal, Wisnu Widjaja, SH turut menambahkan, fokus GSPI menyantuni anak yatim piatu adalah karena melihat kelangsungan masa depan mereka.

“Karena sebagaimana keluarga inti, seharusnya ada Ayah, Ibu dan Anak. Sedangkan mereka (anak yatim piatu) njomplang, ada yang ayahnya atau ibunya atau keduanya yang meninggal dunia, ini yang harus kita bantu, “pungkasnya. (red/GL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *