Webinar diikuti 200 peserta dari kalangan Wartawan dan juga Mahasiswa. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI Sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah, M.H., dalam sambutan pembuka acara sosialisasi empat pilar ini menjelaskan tentang sejarah Pancasila serta UUD 1945. Pancasila tidak hanya sekadar sila-silanya saja, tapi juga sejarahnya yang diamanahkan oleh para pendiri bangsa terdahulu dan Pers merupakan ujung tombak penggerak informasi, sehingga dalam penyampaian empat pilar kebangsaan harus mampu untuk membangun sikap mental masyarakat, ungkapnya.
Ahmad menyebutkan data, bahwa lebih dari 1.636 tenaga kesehatan telah jadi korban covid-19. Data tim Gugus covid-19 mencatat, jumlah anak yang positif hingga 13 Juli 2021 sebanyak 328 ribu anak, berusia 0-18 tahun. Selain itu, data Press Emblem Campaign (PEC) mencatat sampai Mei 2021, covid-19 telah merenggut nyawa 1.208 jurnalis.
Ahmad Basarah mengajak media dan insan Pers turut membantu upaya pemerintah dalam memerangi covid-19 yang masih akan menjadi ancaman serius dalam beberapa tahun mendatang, demikian.

Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra sebagai mitra penyelenggara webinar Empat Pilar Kebangsaaan bersama lembaga MPR RI mengatakan, eksistensi organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sejak berdiri mendukung perjuangan bangsa di era pergerakan.
Dalam pandangannya, Dwikora Putra mengatakan, nafas organisasi PWI adalah membawa persatuan. Hal itu menurutnya tidaklah mudah untuk mencapai tujuan perjuangan yang menjadi cita-cita bangsa.
“Terkait dengan empat pilar sekarang, PWI sudah selesai, wartawan Indonesia memiliki tanggungungjawab yang sama bersama negara, pemerintah dan elemen masyarakat lain,” kata Dwikora.
Ia menambahkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan wartawan dalam memberikan edukasi empat pilar kebangsaan. Salah satunya, meredam informasi hoaks tentang covid-19. Pers menurut Dwikora berfungsi sebagai cleaning house untuk mengklarifikasi berita bohong.
“Soal hoaks, kalau ada wartawan yang menyebarkan berita bohong, ibaratnya dosanya sudah tidak bisa diampuni. Terkait pandemi, Pers memberikan informasi yang benar, dan jangan sampai kontra produksi, ini jadi peran kita bersama,” kata Dwikora Putra.
Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra juga menerima piagam dalam acara Webinar Nasional dengan mengangkat tema ‘Peran Pers Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan di Masa Pandemi Covid-19’.

(juri&tim).






