Persindonesia.com Jembrana – Aksi balap liar anak-anak muda kembali terjadi, kali ini aksi balap liar tersebut terjadi di Pantai Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana yang sebelumnya juga terjadi di Pantai Baluk Rening.
Sekira pukul 18.00 Wita Polsek Kota Jembrana berhasil mengamankan 3 pelaku balap liar yang berasal dari Desa Brangbang, Desa Penyaringan dan Desa Mendoyo Dauh Tukad. Pengejaran aksi trek-trekan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Kota Jembrana Iptu Putu Budi Santika yang bersinergi dengan TNI dan Satpol PP Pemkab Jembrana.

Viral…., Mbah Sumirah Sukomanunggal Dikunjungi Ning Erva Dan Pengurus DPC Partai GELORA
Trek-trekan tersebut memang kerap terjadi di Pantai Yeh Kuning yang dijadikan aksi balap liar setiap hari Minggu oleh sejumlah anak muda, bahkan mereka sampai taruhan. Hal tersebut menyebabkan keresahan oleh warga sekitar
Kejadian tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar. Salah satu peserta aksi balap liar sempat menangtang petugas kepolisian, lantaran yakin sepeda motornya bisa mengalahkan petugas.
Coba Kirim Shabu ke Dalam Lapas Bangkinang, Pelaku Ditangkap Resnarkoba Polres Kampar
Saat dikonfirmasi awak media seijin Kapolres Jembrana, Kapolsek Kota Jembrana Iptu Putu Budi Santika mengatakan, salah satu pelaku balap liar tersebut yang sedang menggandeng istrinya, dirinya merasa yakin bisa mengalahkan petugas yang diketahui berasal pelaku berinisial KEA (21) dari Banjar Tangimeyeh, Desa Brangbang
“Saat kita melakukan penggiringan menuju ketimur kearah perbatasan Kecamatan Mendoyo, pelaku bersama istrinya yang dibonceng malah turun ke pantai, saat ditegur disuruh berhenti langsung melarikan diri dengan melakukan aksi standing sehingga istri yang di boncengnya jatuh dan suaminya meninggalkan begitu saja,” terangnya, Minggu (29/8/2021).
Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Minggu 29 Agustus 2021
Dikarenakan merasa curiga, lanjut Santika, pihaknya langsung melakukan pengejaran, takutnya laki-laki tersebut sedang melarikan seorang perempuan. “Kita kejar sampai di perbatasan Mendoyo tepatnya di Pantai Delodberawah. Saat ditangkap pemuda tersebut setelah diintrogasi mengaku perempuan yang ditinggalkan tersebut adalah istrinya baru dinikahi 2 bulan yang lalu,” jelas Santika.
Lebih jelasnya ia mengatakan, berawal dari keluhan masyarakat, seperti biasa hari minggu sore kerap terjadi aksi trek-trekan sejumlah anak muda di Pantai Yeh Kuning. “Kita turun setelah ada pengamanan dan berkoordinasi dengan Polsek Mendoyo dan berjaga di perbatasan Kecamatan Mendoyo tepatnya di Pantai Desa Delodberawah,” uraiannya.
Desa Wisata Kakao, Merupakan Aset Berharga Yang Diakui Dunia
Lanjut Santika, dari Pantai Yeh Kuning pihaknya mendorong mereka ketimur dengan magsud bisa menjebak di perbatasan dengan mencari sepeda motor yang kenalpot brong, tanpa plat dan sebagainya. “Kita berhasil mengamankan 3 orang pemuda yang terlibat aksi trek-trekan dan langsung dibawa ke Polsek Kota Jembrana beserta barang bukti berupa 1 buah sepeda motor Yamaha RX King, Suzuki Shogun 125 yang sudah di modif dan Yamaha Vega juga sudah di modif,” tutupnya.
Menariknya, ketiga pelaku yang diamankan petugas semua tidak memiliki SIM tanpa plat. Salah satu pelaku aksi trek-trekan tersebut yang berinisial PKA (17) asal Kecamatan Mendoyo yang masih duduk di bangku SMA mengaku sepeda motor Yamaha RX King yang dibawanya dapat minjam dari kakeknya. (Sb)






