Bondowoso,Persindonesia – Dalam pertarungan politik banyak menyisakan suka dan luka, Andi Abdillah, Aktivis Pengamat Politik Pilkades mencoba menyampaikan tulisannya melalui media terkait Pilihan Kepala Desa di Bondowoso.
Tak sedikit di akar rumput persoalan masih tersisa antar pendukung ,timses ataupun antar kandidat, hal tersebut menjadi pertanyaan besar yang masih belum dapat dipecahkan secara komprehensif , apakah yang menjadikan sedemikian rupa ego keberpihakannya hingga besitan hati mash membekas begitu dalam dan lama.
Saat ini pula para kandidat sangat bernafsu untuk menjadi penguasa, inilah yang seringkali menjadi pertanyaan dimasyarakat, kadangkala orientasi kepemimpinan yg seyogyanya adalah untuk menjadikan masyarakat yang berdaya dan lebih baik, malah terjerembab dalam keinginan seorang pemimpin semata.
Maka perlu penyadaran di tataran akar rumput agar tdk terperdaya dengan nafsu politik sesaat para pialang politik.
Seperti halnya PILKASES serentak yang sebentar lagi menjadi helatan politik , mulai ramai menjadi perbincangan dan mulai menghangatkan mesin politiknya masing masing calon.
Sangat dinamis , ini merupakan kesadaran Demokrasi atau nafsu kekuasaan yang muncul, sebab kalau dilihat di tiap desa saat ini sangatlah banyak yg mencalonkan sebagai kades ( Kalebun ) Seperti halnya di Desa Pancoran Bondowoso yang maju sebagai calon saat ini ada 5 orangĀ antara lain :
1.M.Ali Baharun,SH
2.Muhammad Mahfud
3.Norman
4.Sugik
5.Jamilan
Secara hitungan matematis mereka semua mempunyai peluang yang sama , sebab mereka memiliki kelebihan tersediri…
Sebagai gambaran, Seperti halnya M.Ali Baharun,SH yang pada saat ini juga menjabat sebagai ketua Tanfidziah Ranting NU Pancoran, maka sangat mungkin dalam mengais suara dri kalangan jam’iyah dan dengan background santri karena pernah nyantri dan masih juga mengajar di pesantren Al-Anwar
Penulis ; Andi Abdillah,S.Ag, Msi
Pewarta : Mohammad Agam (Kabiro Persindonesia)






