Kabel Bawah Tanah Dicuri 8 Meter, Telkom Batam Rugi 13 Juta Rupiah

Persidonesia.com Batam – Erwin, pelaku pencurian kabel yang diamankan polisi. Empat buah kabel tembaga, kalau dibentangkan panjangnya sampai delapan meter itu teronggok di tepi trotoar Jalan Imam Bonjol Depan Komplek Bumi Indah Blok I Nomor 8, Lubukbaja, Batam, Kepri.

Kemudian, ada alat gergaji besi serta tali kain dan juga kabel seling panjang dua meteran, dipakai untuk menarik dan memotong kabel bawah tanah, tergeletak kotor di tepi parit.

Kadislitbangad Tinjau Progress Prototype Robot Training Tembak Reaksi Integrated dan Prototype Sensor Tembak Counter Sniper Program Litbanghan TA. 2021

Barang-barang tersebut merupakan milik Erwin (41), seorang pria yang baru saja diamankan polisi. Selasa (7/9) sore itu, Erwin berhasil menarik dan memotong kabel milik Telkom.

Kalau dijual, Erwin bisa untung belasan juta. Tapi, apesnya, hanya Erwin sendirian yang menanggung risiko setelah berjam-jam di dalam parit Nagoya itu. Dua temannya duluan kabur menghindari kejaran petugas. “Mereka bertiga saat beraksi. Dua rekannya masih kita buru,” ujar Kapolsek Lubukbaja AKP Budi Hartono kepada para media pada Rabu (8/9).

Budi Hartono mengatakan, kerugian yang dialami Telkom sekitar Rp.13 juta dari total kabel yang dicuri.

Tiga Orang Pengedar Shabu Ditangkap Unit Reskrim Polsek Tapung Hilir di Dua TKP

Kapolsek menyebut, pihaknya bergerak atas laporan dari pihak Telkom ada aktivitas mencurigakan di sekitar parit Jalan Imam Bonjol, Nagoya tersebut.

“Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya paling lama 7 tahun penjara,” katanya mengakhiri.

Informasi yang dihimpun oleh para media di lapangan, kabel primer bawah tanah milik Telkom Indonesia tersebut, kerab dicuri oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

HUT Ke-20, Ini Sederet Upaya Partai Demokrat DPC Kabupaten Tangerang Bantu Rakyat Hadapi Pandemi Covid-19

Disebut-sebut kabel primer bawah tanah tersebut tidak lagi digunakan oleh pihak Telkom Indonesia dan kini masih banyak tertanam di wilayah Batam.

Untuk kebenaran informasi tersebut, Para media terus berusaha mengkonfirmasi pihak Telkom Indonesia di Batam. (Jefri Batam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *