Persindonesia.com Martapura – Terletak di dalam hutan yang berbatasan dengan desa tajau Landung Ray 8 Kecamatan Sungai Tabuk, terdapat beberapa buah makam, salah satunya adalah makam putra Sultan Muda pangeran Abdurrahman. Yang bernama pangeran Aria nata Kusuma, adik kandung Pangeran Hidayatullah yang makamnya berada di Cianjur Jawa barat, makam tersebut masuk dalam wilayah Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.
Saat awak media melihat langsung kondisi makam pangeran Aria Nata Kusuma bersama dengan warga Desa Tajau Landung yang bernama Hasbullah, dan Arsyad atau akrab di sapa Asad dan juga salah satu tokoh masyarakat setempat bernama Supian. Beliau bertiga dengan sukarela mengantarkan awak media untuk melihat langsung kondisi makam salah satu pejuang Banjar ini.
HEBAT, Diduga Istri Kades Desa Dawuhan Grujugan Bondowoso Pegang Kendali !
Dengan mengunakan perahu bermesin tempel untuk menyeberangi sungai, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju makam yang berjarak dari kami menambatkan perahu, kurang lebih 500 meter, menyusuri jalan setapak dan melintasi jembatan darurat yang di buat oleh warga tersebut untuk memudahkan para peziarah menuju lokasi makam tersebut. Dan saat awak media berbincang dengan penjaga yang tak lain adalah mereka bertiga ini.
“Mereka berharap kedepannya ada perhatian dari pemerintah kabupaten Banjar, atau pun pemerintah provinsi Kalimantan selatan. Untuk membuatkan jembatan penyeberangan dan perbaikan jalan yang Menuju areal makam tersebut,” tutur Hasbullah.
Hasbullah bercerita bahwa mereka baru saja mengetahui letak keberadaan makam pangeran Aria Nata Kusuma berada di sini, dan mereka dengan sekarela membersihkan area makam ini.
Sementara terpisah saat awak media menyambangi kediaman salah satu zuriat dari pangeran abdurrahman, atau yang lebih di kenal dengan sebutan, sultan muda pangeran Abdurrahman. H.Gusti shofwan Helmi di kediaman beliau di jalan sasaran no 24 RT 05 keraton, martapura. Membenarkan keberadaan makam tersebut adalah makam pangeran Aria Nata Kusuma, adik kandung Pangeran Hidayatullah, pejuang Banjar yang diasingkan oleh Belanda ke daerah Jawa barat, tepatnya di Cianjur, sampai beliau meninggal dunia dan dimakamkan di sana.
Pengurus Dan Perwakilan Ajib Serahkan Sumbangan Sebagai Bentuk Solidaritas Dan Kebersamaan
H.Gusti shofwan Helmi, menceritakan semasa pecahnya perang Banjar pada tahun 1859 sampai dengan tahun 1905. Pangeran Aria nata Kusuma dan kakak beliau pangeran Hidayatullah.berperang untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Kalimantan Selatan, pangeran Aria nata Kusuma bergerilya sampai ke hulu Barito tepatnya Puruk Cahu, sekarang menjadi Kabupaten Murung Raya.
Berlanjut H.Gusti shofwan helmi, bercerita semasa kecilnya pangeran Aria Nata Kusuma, sudah di didik ilmu agama dan ilmu bela diri oleh ayah beliau pangeran Abdurrahman.
Pangeran sejak kecil sudah menuntut ilmu agama Islam di desa dalam pagar, tempat lahirnya para ulama ulama besar di Martapura. Beliau anak yang sholeh dan pandai mengaji.
Sekretaris Jenderal LPSK Tanda Tangan Pinjam Pakai Kantor Penghubung LPSK Bangka Belitung
Bahkan menurut salah satu tokoh masyarakat desa keliling benteng yang bernama “Hamrun” atau pembakal Hamrun, biasa saya memanggil julak Hamrun almarhum, pada tahun 08an, kata H.Gusti shofwan Helmi. Beliau pernah bercerita bahwa di sekitar desanya terdapat makam pedatukanku (Datuk aku) dan disekitar nya sudah dipagari secara gaib saat beliau masih hidup cerita beliau.
“Julak Hamrun ada salah satu tokoh pejuang kemerdekaan republik Indonesi. Beliau salah satu saksi sejarah perjuangan rakyat Banjar Untuk merebut kembali tanah Banjar dari penjajahan Belanda,
Sejak beliau meninggal dunia sekitar tahun 1980an, tidak ada lagi yang mengurus Makam Pangeran Aria Nata Kusuma,” tutupnya. (Faris)






