Persindonesia.com Jembrana – Mes santri Putra Pesantren Hidayatulah yang berlantai 2 dimana lantai 2 dijadikan tempat tidur dan dilantai 1 dijadikan gudang makanan hangus di lalap si jago merah.
Asrama tersebut di huni oleh 10 orang santri semua laki-laki kebanyakan santri tersebut anak yatin piatu. Pada saat terjadinya kebakaran sekira pukul 12.20 WITA semua penghuni asrama sedang mengikuti shalat Jumat, bertempat di Kelurahan Lelateng Terusan, Kecamatan Negara, Jembrana.
Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis Disidang Di PN Surabaya
Saat dikonfirmasi awak media Pengasuh dan juga pengajar Pesantren Hidayatulah Siti Aisah yang merupakan satu-satunya saksi yang pada saat kejadian berada di lokasi bersama anaknya mengatakan, kejadian terjadi sekira pada pukul 12.20 WITA, Jumat (24/9/2021)
“Saat itu, saya sedang menjemur buku dimana kemarin terjadi kebanjiran, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari atas atap asrama santri dan terlihat percikan api di atap asbes, sekira pukul 12.20 WITA. Saat itu saya hanya bersama anak sedang jemur buku, sementara para santri sedang mengikuti shalat Jumat di masjid,” terangnya.
Antisipasi Penyebaran Virus Corona,Ini Yang Dilakukan Babinsa Desa Cendil
Atas kejadian tersebut, lanjut Siti, dirinya panik dan minta tolong ke warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya dan langsung melaporkan kejadian tersebut melalui aplikasi JES.
Informasi dari warga tersebut Pemadan Kebakaran Pemkab Jembrana, anggota Polsek Negara dan BPBD Jembrana langsung menuju lokasi dan diikuti Tim Inafis Polres Jembrana.
Kadislitbangad Tinjau Workshop PT. Cipta Teknik Berjaya
Sementara Kabid Limas dab Kebakaran I Putu Pranajaya mengatakan atas informasi pemilik pesantren nelpon melalui aplikasi JES bahwa terjadi kebakaran sebuah bangunan asrama 2 lantai, sehingga tim langsung menuju ke lokasi.
“Kami mengerahkan 3 unit armada untuk meluncur ke lokasi. Sementara baru menghabiskan 4 tangki, kemungkinan besar kami juga akan menambah lagi beberapa tangki agar benar-benar api tersebut biasa dipadamkan,” ujarnya.
Berantas Corona Virus, Pemdes Tridarma Laksanakan Vaksinasi Masal
Diperkirakan bias menghabiskan 8 tangki, lanjut Pranajaya, dikarenakan terbakar berupa kasur peralatan memasak, mesin cuci, bahan makanan yang ada di gudang. “Perkiraan sementara menurut penuturan pengasuh asrama penyebab kebakaran tersebut diduga konsleting listrik,” ucapnya.
Sampai berita ini di naikan, pihak Damkar masih melakukan pemadaman dan tim Inafis Polres Jembrana masih berusaha melakukan penyelidikan. (Sb/ed27)






