
Surabaya, Persindonesia,- Aksi damai dilakukan oleh sekelompok warga dari Pacar Keling yang menempati tanah PJKA di kawal langsung oleh Polrestabes Surabaya. Selasa, 5/10/2021
Aksi damai yang dilakukan sekelompok warga Pacar Keling ini tepatnya di Kantor DPRD Surabaya ini untuk menyuarakan keluh kesah Warga mengenai sengketa tanah PT. Kereta Api Indonesia (KAI).
Selain itu, Aksi ini juga dilakukan berdasarkan informasi dimana ketua Aliansi Penghuni Rumah Tanah Negara (APRTN), Achmad Syafi’i dilaporkan ke Polisi oleh PT. KAI dengan tuduhan penghasutan. Achmad Syafi’i sendiri menyebutkan bahwa PT.KAI lah yang mempersulit warga mengenai kepastian hukum dan hak Masyarakat.
“Kita ingin semua penyelesaiannya ini merujuk kembali kepada apa yang diperintahkan oleh Presiden. Ini kan sengketa klasik yang banyak terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Setiap konflik yang seperti ini Presiden sudah tegas memerintahkan kalau faktanya setiap konsesi yang diberikan oleh pemerintah baik swasta maupun BUMN kalau faktanya disitu ada kampung, ada desa yang sudah tinggal berpuluh-puluh tahun, maka berikan kepastian hukum dan hak nya kepada masyarakat.” Ungkap Achmad Syafi’i.
Aksi damai tak berlangsung lama, karena pada akhirnya Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono bersedia menemui Ketua APRTN beserta perwakilan lainnya. Dalam diskusi tersebut, ia menyampaikan sesuai dengan suara warga yang terus menerima teror dari PT. KAI, yakni salah satunya berupa ancaman penggusuran dengan truk tentara, padahal faktanya mereka adalah pegawai KAI yang menyamar dengan menggunakan pakaian lengkap layaknya tentara.
Achmad Syafi’I mengharapkan dengan kedatangan Warga ke DPRD Surabaya agar dapat membantu untuk memfasilitasi Warga dan mengundang PT.KAI dan instansi terkait khususnya yang membidangi pertanahan (kantor pertanahan kota surabaya 1 dan 2 ) untuk di dudukkan Bersama agar tidak meresahkan Warga lagi.
“Pihak KAI bersikukuh mempersulit, padahal presiden sudah jelas perintahnya, kalau pemegang konsesi mempersulit, cabut konsesinya. Saya tinggal menunggu saja ini, Aparatur Pelaksana Pemerintah dibawah ini mau tidak melaksanakan amanahnya Presiden.” Tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, bahwa ia dan pihaknya akan segera mengadakan Rapat dengan komisi yang bersangkutan beserta perwakilan dari APRTN dan PT. KAI dengan tentram dan tidak beramai-ramai seperti hari ini.(Yudi/tim)






