Persindonesia.com Jembrana – Alunan musik Bali (gamelan) yang biasa di mainkan hingga puluhan orang ini, bila dimainkan dengan baik dan benar, maka akan terdengar sangat merdu sekali. itulah yang di lakukan oleh Seka Gong Lila Winangun Banjar Adat Pangkung Tanah Kangin Desa Melaya, Jembrana. Kamis (04/11).
Latihan megamel (memainkan alat gamelan) yang bertempat di Banjar Adat secara rutin, mereka yang didominasi oleh usia dewasa ternyata juga ada anak bernama Daffin (6,5) tahun, yang baru duduk di kelas 1 SD sangat lihai sekali saat memainkan alat musik gamelan, tak jarang anak seusianya ada yang mau belajar melatih diri untuk bisa memainkan alat gamelan yang biasa digunakan saat upacara keagamaan umat Hindu, bahkan lihai seperti orang dewasa memainkannya.
Jelang Usia ke 22 Tahun Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Brebes
I Nyoman Sukadana sebagai pemukul (penabuh) gendang di Seka Gong mengatakan dan membenarkan apa lagi jaman sekarang jarang anak-anak muda yang serius mau belajar melatih diri untuk memainkan musik gamelan.
“Saya sangat berharap anak-anak muda supaya bisa aktif berlatih dan tentunya ada bimbingan dari pelatih kami, dan kami juga rutin berlatih 1 kali dalam seminggu, berharap dengan keberadaan adik Gaffin nantinya bisa memotivasi anak-anak muda saat ini, agar lebih tertarik untuk berlatih,” ujarnya.
Srikandi Hadir di Sistem Administrasi Bakamla RI
Ayah Gaffin, I Nyoman Sumantra Gama juga mengatakan, bahwa putranya sejak dua tahun yang lalu sudah mau belajar, ya awalnya pada saat bersama teman-teman Group Seka Gong sedang berlatih.
“Gaffin anak saya ini selalu ingin memegang alat pemukul gamelan, namanya anak kecil kadang saya tegur agar jangan ganggu, namun apa yang menjadi kemauannya lama kelamaan saya biarkan dan sekarang anak saya sudah bisa memainkan alat gamelan ini, seraya bangga padanya,” ungkapnya.
Bakamla RI: Ancaman di Laut Sulawesi – Sulu Bersifat Non-Tradisional
Gaffin yang bernama lengkap I Komang Daffin Rafrinda Gama yang bercita cita ingin menjadi Polisi dihadapan pihak media mengaku sangat senang dan menikmati musik gamelan. Bahkan ingin meneruskan dan melestarikan kesenian tradisional Bali.
Selain menuntut ilmu pendidikan formal, latihan megamel tetap ditekuni dan ingin bisa ditonton banyak orang serta diminati teman-teman seusianya, pungkasnya dengan lugu. (Sam)






