Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Srata 1 (S.1) ke-9 tahun 2022 STAH

Sulawesi Tengah (persindonesia.com) – Acara Sidang senat terbuka wisuda sarjana srata 1 (S.1) ke-9 tahun 2022 STAH.(Dharma Sentana Sulawesi Tengah dilaksanakan di hotel Best Western Plus Coco Palu Sulteng, pada 18 Desember 2021.

Dihadiri oleh para tokoh ataupun pejabat/perwakilannya, diantaranya :  Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Gubernur Sulawesi Tengah, Pimpinan Forkompinda Sulawesi Tengah, Walikota Palu, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Provinsi/Kota Palu, Rektor/Ketua perguruan tinggi negeri maupun swasta, PHDI Provinsi Sulawesi Tengah Selaku Pembina Yayasan
Bapak Ketua Yayasan Dharma Kerti Sulawesi Tengah, Dewan Senat STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Organisasi Keagamaan dan sosial kemasyarakatan tingkat Provinsi dan Kota Palu, Ikatan Alumni STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Dosen dan seluruh civitas Akademika STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Keluarga Wisudawan serta seluruh tamu undangan dan para Wisudawan.

Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah: Gede Merthawan, S.Sos, M.Si. mengungkapkan : Saya percaya bahwa capaian akademik yang saudara raih tentunya merupakan hasil dari jerih payah, ketekunan dan keuletan saudara, serta dukungan moral dan doa dari keluarga dan kerabat.

Atas keberhasilan dan capaian Saudara tersebut, mari kita sama-sama panjatkan puji dan syukur ke hadirat Ide Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.
Wisuda ke IX merupakan Wisuda yang istimewa karena ada dua angkatan yang diwisuda sekaligus yaitu Angkatan 2016 dan 2017. Keberhasilan saudara diwisuda saat ini adalah sebuah harapan yang telah ditunggu-tunggu selama studi di STAH.

Dalam proses mencapai sebuah tujuan tentu berhadapan dengan berbagai tantangan, sebagai mana beberapa tahun ini kita semua menghadapi tantangan pandemic Covid-19, walaupun jauh sebelumnya kita juga menghadapi gempa tahun 2018 ketika saudara masih kuliah.

Tantangan hidup tidak akan pernah hilang, tantangan demi tantangan akan terus ada sepanjang kita menjalani hidup dan kehidupan di dunia. Siklus Suka, Dhuka, Lara, Pati tak akan pernah berhenti.
Pada era sekarang yang dikenal dengan era disrupsi, telah terjadi perubahan yang sangat cepat dan di semua bidang. Perkembangan di seluruh bidang kehidupan begitu cepat membutuhkan kompetensi untuk bisa berkompetisi dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Usaha yang telah dilakukan oleh institusi bersama saudara tertuangkan dalam visi yaitu Terwujudnya STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah yang unggul dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki sraddha, bhakti serta professional.

STAH sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian agama berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, lebih mengedepankan kerja sama. Sebab dengan kerjasama niscaya setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan mudah, artinya : tercapainya tujuan STAH dan keberhasilan saudara seperti sekarang ini hanya dapat terwujud karena adanya kerja sama, baik internal institusi (saudara dan semua komponen civitas akademika) dan dari eksternal institusi (Pemerintah, Orang Tua, Alumni dan lembaga lainnya). Adanya kerja sama inilah sangat tepat diangkat dalam tema wisuda ke-IX tahun ini yaitu “Dalam Keharmonian Kita Bekerjasama, Maju Bersama”.

Para wisudawan yang saya banggakan,
Menghadapi kondisi negara dalam keadaan sulit sekarang ini, setiap kita harus mengambil bagian dalam dharma negara dan dharma agama. Dengan memperhatikan hal tersebut, Saya memandang penting bahwa program penelitian dan pengabdian masyarakat STAH Dharma Sentana untuk tahun 2021, dan beberapa tahun ke depan, memberikan prioritas pada kegiatan-kegiatan yang mendukung program pemulihan diberbagai bidang. Kita tidak tahu persis, strategi pemulihan seperti apa yang paling tepat. Kita perlu pendekatan learning by doing dan learning by experimentation.

Secara umum ada beberapa bidang yang dapat menjadi prioritas perhatian kita. Yang pertama adalah eksplorasi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemulihan berbagai sektor yang terdampak. Yang kedua adalah bidang kerukunan berkaitan dengan moderasi. Yang ketiga adalah peningkatan kesadaran hukum dan ekonomi keumatan menuju lhoka samgraha.
Selain ini semua, kita juga perlu untuk menjaga serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak secara lebih dekat dan kontinu, sehingga bisa memberikan respons secara lebih cepat dan tepat. Beberapa kata kunci di masa pemulihan kesulitan sekarang adalah: inovasi, resiliensi, solidaritas, dan engagement.

Para wisudawan yang saya banggakan,
Sekali lagi saya ucapkan selamat atas selesainya studi Saudara di STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, almamater tercinta. Izinkan saya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua, yang telah memercayakan putra-putrinya kepada kami, dan menempuh pendidikan di STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah.

Saya berharap Saudara dapat terus berkarya dan berpikiran maju, serta senantiasa memiliki semangat leadership, solidaritas, dan memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat. Melalui kesempatan yang berbahagia ini kami mohon kiranya bapak Dirjen, Gubernur dan Ketua Yayasan dapat memberikan sambutan dan arahannya.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih melimpahkan Rahmat dan Karunia kepada kita dan seluruh bangsa Indonesia, sehingga kita dapat menjalani kehidupan dengan harmonis, dan meraih kehidupan bersama yang lebih baik.
OM Santih, Santih, Santih OM
Wabillahi taufik walhidayah wasalammualaikum Wr. Wb
Selamat Siang, demikian kutipan pidato Ketua STAH Dharma Sentana
Sulawesi Tengah Gede Merthawan, S.Sos, M.Si.

(Nofli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *