Persindonesia.com Jembrana – Pasca banjir bandang yang yang menghantam jembatan obyek wisata gelar sampai putus menjadikan warga banjar palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana yang tinggal di sebelah barat jembatan terisolir, sehingga anak-anak warga Banjar Palunganbatu sekolangnya terganggu lantaran jembatan penghubung Banjar palungabatu dengan Lingkungan Munduk waru tersebut terputus.
Diketahui anak-anak warga Banjar Palunganbatu yang tinggal di sebelah barat jembatan yang berjumlah 18 KK mereka bersekolah SDN2 Batuagung yang terletak di perbatasan Banjar Palunganbatu dan Banjar Sawe yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari rumahnya. Jika mereka melalui Lingkungan Munduk Waru mereka harus memutar dan melintasi perkotaan dan jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari rumahnya.
Tim Gradak Sat Res Narkoba Polres Bangka,Gelandang 3 Pelaku Kejahatan Narkotika
Agar bisa anak anak sekolah, pada hari Minggu 23 Oktober 2022, warga Tempek Gelar Sari bersama STT dan pihak desa dibantu Babinsa Kodim 1617 Jembrana melaksankan kegiatan gotong royong untuk pembuatan jembatan darurat yang terbuat dari kayu yang hanya bisa dilewati pejalan kaki.
Saat dikonfirmasi awak media, Kelian Banjat Palunganbatu I Made Pernama mengatakan, dikarenakan jembatan sunga gelar terputus akibat banjir bandang tempo lalu, pihaknya bersama-sama warga tempek, STT dan staf desa serta dibantu Babinsa meaksanakan gotong royong membuat jembatan darurat yang terbuat dari kayu untuk akses anak-anak SD dan TK bersekolah. Senin (24/10/2022).
Dinkes Denpasar Sidak Apotek dan Toko Obat Denpasar
“Kami mengutamakan dulu anak-anak agar bisa bersekolah, dikarenakan akses jembatan satu-satunya penghubung warga kami yang ada di barat jembatan terisolir tidak bisa ke sekolah. Selain itu terputusnya jembatan Sungai Gelar menghambat dibidang pakraman keagamaan,” ujarnya.
Pihaknya berharap agar segera jembatan tersebut ditangulangi karena akses warga yang disebelah barat jembatan terisolir. “Selain anak-anak tidak bisa bersekolah, warga juga terganggu dibidang dibidang pekraman keagamaan yang akan mereka ikuti. Kalau dibidang ekonomi tidak masalah, pasalnya jalan ke barat juga bisa menghubungkan ke perkotaan lewat Lingkungan Munduk Waru,” jelasnya.
Banyu Pinaruh, Pemuda Asal Makasar Terseret Arus Pantai Rambutsiwi
Sementara Perebekel Desa Batuagung I Nyoman udarma beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa pihaknya sudah bersurat kedinas terkait putusnya jembatan Obyek Wisata Sungai Gelar. Selain itu dirinya juga mengaku sudah melaporkan adanya jalan umum di sebelah DAM Jro Pengentuh longsor, sebagian badan jalan hilang tergerus banjir bandang. “Kita hanya menunggu penanggulangan dari pihak dinas mengingat jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Selain itu di Kabupaten Jembrana banyak terjadi bencana, saya harapkan warga bersabar,” pungkasnya. Vlo






