Persindonesia.com Jembrana – Terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Jembrana yang terjebak di United Arab Emirates (UEA) khususnya di Dubai sebanyak 14 orang yang visa kunjungannya mati, akhirnya semua sudah dipulangkan oleh KJRI Dubai pada tanggal 15 September 2022 dan hari ini masih menunggu proses pemulangan dari Jakarta ke Bali.
Hal tersebut diutarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa yang merupakan satu-satunya Srikandi yang duduk di DPRD Bali asal Kabupaten Jembrana saat dikonfirmasi awak media via telphone. Jumat (16/9/2022).
“Saya sebagai wakil rakyat asal Jembrana sebelumnya anak-anak TKI Jembrana memberi aspirasi kepada saya terkait mereka ditelantarkan oleh agencynya di Dubai, dan sekarang sudah diproses setelah kami berkoordinasi dengan KJRI, Senator DPD Bali bapak Arya Weda Karna, jadi sudah semua dipulangkan dan saat ini masih proses pemulangan ke Bali dari Jakarta,” terangnya.
TKI Asal Jembrana Terjebak di Dubai, Diamankan KJRI
Anak-anak TKI asal Jembrana, lanjut Diah, dipulangkan pada tanggal 15 September 2022 dan sekarang sudah sampai di Jakarta, masih menunggu proses untuk kepulangan ke Bali, mereka sudah di handle oleh KJRI. “Sebelumnya sudah berkoordinasi dengan PT Reka sebagai agency mereka untuk menanggung tiket anak-anak pulang, dan mereka bersedia, sebelumnya mereka tidak mau menaggung,” ucapnya.
Menurutnya, sebelumnya dirinya terus berkoordinasi dengan TKI di Dubai setelah mereka disuruh keluar dari penampungan. “Saya selalu pantau dan lacak mereka dimana posisinya dan kondisinya sebelum diamankan oleh KJRI, astungkara mereka semua sehat semua,” ujarnya.
Kejadian TKI yang ditelantarkan di Dubai oleh agencynya, menurutnya hal tersebut sudah berulang-ulang kali terjadi setelah dirinya terus mengikuti berita. “Saya terus mengikuti beritanya dan terus memantau. Saya menghimbau agar para orang tua dan anak-anak jika mau berangkat lebih selektif memilih agent, rata-rata mereka diiming-imingi janji yang besar, gaji yang besar serta kemudahan mencari pekerjaan dan sebagainya,” ungkapnya.
Diah juga menyebutkan, dalam kasus tersebut ternyata mereka diberi visa kunjungan bukan visa kerja. “Saya juga menghimbau kepada masyarakat sebelum mendaftar ke agency, supaya terlebih dahulu mengecek ke dinas tenaga kerja keberadaan agency yang akan dipakai. Nantinya saya berencana melakukan sosialisasi dengan pihak imigrasi untuk di Jembrana khususnya, dikarenakan selama ini kurang sosialisasi ke masyarakat,” bebernya.
Terkait dengan keberadaan agency-agency yang terdaftar tidak bagus, dirinya berencana akan sambungka ke Lembaga Komisi IV yang membidangi disana. “Ini bukan tupoksi saya. Ini saya lakukan dikarenakan anak-anak TKI dari Jembrana menghubungi saya sebelumnya. Selain itu juga saya selaku wakil rakyat dari Jembrana. Dengan Disnaker Provinsi Bali juga saya sudah koordinasi,” imbuhnya.
Lebih jelasnya, Diah berencana menunggu para TKI asal Jembrana pulang terlebih dahulu dan selamat sampai di Indonesia. “Nanti kami meminta informasi secara detail kepada mereka terkait situasi yang dialami disana, setelah itu baru kita akan sambungkan permasalahan ini ke Komisi IV DPRD Bali,” pungkasnya.
Nelayan Temukan Ikan Lumba-lumba Terdampar di Pengambengan
Sementara, Pembina TKI asal Jembrana yang juga merupakan orang tua TKI yang berangkat ke Dubai bernama Nyoman menambahkan, dari 14 orang yang sudah dipulangkan dan saat ini sudah berada di Jakarta, 8 diantaranya akomodasi penginapan di tanggung PT Reka dan 8 orang lagi memilih mandiri untuk penginapan. “Rencana besok mereka sudah sampai di Denpasar,” tandasnya.
Menurut data, 14 TKI asal Jembrana yang di pulangkan diantaranya, I Kadek Ardi Aditya Permana, Rahmatullah, Candra Hafroni, I Gede Riky Wahyudi Kusuma, I Putu Ade Agus Pratama, Gede Sinah Wahyudi, I Kadek Dwi Putra Ariawan, I Made Anom Kusuma Wirabuana, I Kadek King Indrayadnya, Kadek Ardiana Putra, lani Septiadi, Ahmad Zaenur Rohim, Hasby Irham Zehansyah, Yazid Rahmat Hidayat. Vlo






