Persindonesia.com Jembrana – Setelah lama vaksin HPR kosong, akhirnya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mendapat bantuan sebanyak 3000 dosis vaksin Hewan Penular Rabies (HPR) dari propinsi Bali.
Mendapatkan bantuan ribuan dosis vaksin HPR, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melalui Keswan Kesmavet langsung melakukan vaksinasi masal dan juga sterilisasi diwilayah zona merah rabies seperti Desa Baluk, Kemacatan Negara, Kabupaten Jembrana dan juga di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Jumat (24/6/2022).
Bali Electric Vehicle (EV) Goes To Museum Gunung Api Batur
Saat dikonfirmasi awak media, Kasi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pengan Jembrana, I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulyawan Surya Atmaja mengatakan, pihaknya menemukan kasus gigitan di Kabupaten Jembrana sebanyak 112 gigitan anjing positif rabies.
“Dari 112 orang digigit, 4 orang diantaranya meninggal dunia akibat suspect rabies. Sehingga kami langsung melakukan vaksinasi masal yang dimulai hari ini, menyasar di wilayah zona merah seperti Desa Baluk dan juga di Desa Kaliakah,” terangnya.
Wagub Cok Ace Apresiasi Bali Tuan Rumah Penyelenggaraan Indonesia International Marathon
Untuk di Desa Baluk, lanjut Rai, pihaknya berhasil melwkukan vaksinasi terhadap 35 ekor HPR yakni 25 ekor anjing dan 10 ekor kucing. Sedangkan untuk sterilisasi sebanyak 42 ekor HPR yang meliputi 14 ekor anjing betina dan 10 ekor kucing betina.
“Sedangkan hasil sterilisasi di Kelurahan Gilimanuk sebanyak 44 ekor, untuk hasil vaksinasl rabies sebanyak 69 ekor. Untuk sterilisasi dan vaksinasi selanjutnya dilaksanakan pada hari Senin 27 Juni 2022 dengan menyasar dua wilayah yakni Kelurahan Sangkaragung di Kecamatan Jembrana dan Desa Pangyangan, selanjutnya di Desa Medewi Kecamatan Pekutatan diadakan pada hari Rabu 29 Juni 2022,” ujarnya.
Dinas Sosial Kabupaten Tegal Melakukan Pembinaan Bagi Penderita Penderita Cerebral Palsy
Tujuan dari sterilisasi ini, imbuh Rai, untu mengontrol populasi HPR, baik terhadap yang memang dipelihara maupun yang liar. Dirinya berharap dengan adanya sterilisasi ini, bisa mengontrol laju populasi HPR. “Kami sudah jadwalkan sejak pekan yang lalu, setelah menerima pasokan dari Provinsi Bali,” pungkasnya. Red Bali






