Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Jembrana Tetap Subsidi Ogoh-Ogoh Rp2,5 Juta per STT

Persindonesia.com Jembrana – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jembrana tetap memberikan subsidi kepada sekaa teruna-teruni (STT) untuk pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi pada Maret mendatang. Besaran subsidi yang diberikan bagi STT yang memenuhi syarat tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp2.500.000 per STT.

Pantauan awak media, meskipun perayaan Nyepi Caka 1948 masih sekitar dua bulan lagi, sejumlah banjar di Jembrana sudah mulai mengerjakan karangka ogoh-ogoh. Salah satunya dilakukan oleh STT Yowana Duta Banjar Taman, Desa Batuagung. Salah seorang pemuda setempat yang akrab disapa Dede mengatakan, proses pembuatan ogoh-ogoh memang rutin dilakukan sejak dua bulan sebelum hari raya.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami mulai membuat ogoh-ogoh secara bertahap agar tidak terburu-buru menjelang hari H, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya, Selasa (20/1)

Wabup Ipat Kunjungi Korban Puting Beliung di Desa Penyaringan, Pastikan Penanganan Cepat

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Adat, Tradisi, dan Warisan Budaya, I Gede Suartana, Senin (19/1), menyampaikan bahwa anggaran subsidi pembuatan ogoh-ogoh masih tetap dialokasikan sebagai upaya pelestarian adat dan budaya. “Masih dianggarkan, setiap STT di banjar adat mendapatkan bantuan sebesar Rp2.500.000. Ogoh-ogoh hasil kreasi STT ini juga tetap akan dilombakan seperti tahun sebelumnya,” jelasnya.

Suartana menerangkan, penilaian ogoh-ogoh akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Pendaftaran lomba dibuka mulai Januari hingga Februari 2026. Adapun persyaratan lomba, ogoh-ogoh wajib menggunakan bahan ramah lingkungan dan tidak diperbolehkan menggunakan styrofoam, spons, maupun bahan plastik sekali pakai lainnya.

“Di tingkat kecamatan akan dipilih lima ogoh-ogoh terbaik dari masing-masing kecamatan. Selanjutnya akan dinilai oleh tim juri kabupaten untuk menentukan 15 ogoh-ogoh terbaik tingkat kabupaten,” terangnya.

Bantah Isu Kebocoran Pungutan Parwisata, Dispar Bangli Sebut Bukan Hilangnya Uang

Lima belas ogoh-ogoh terbaik tersebut nantinya akan dinilai kembali dalam parade ogoh-ogoh tingkat kabupaten yang digelar di Catus Pata pada awal Maret. Selain itu, ogoh-ogoh terbaik juga akan dipamerkan dalam ajang Masikian Fest 2026.

Menurut Suartana, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kreativitas generasi muda dalam pelestarian adat dan budaya. “Meskipun dalam kondisi efisiensi, pemerintah tetap menganggarkan subsidi pembuatan ogoh-ogoh sebagai wujud komitmen dalam melestarikan seni dan budaya Bali,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *