Persindonesia.com Jembrana – Setelah dibongkarnya Pasar Umun Negara dan para pedagang semua sudah pindah ke tempat relokasi, kini suasana di relokasi areal parkiran Pemkab Jembrana mulai ramai, terlihat beberapa pedagang mulai membuka kiosnya, dan beberapa masing tutup.
Aktivitas sudah terlihat, beberapa pegawai Pemkab Jembrana saat pulang kerja juga mulai berbelanja, selain itu juga sudah terlihat beberapa kendaraan yang mengangkut bahan pokok sudah mulai terlihat sudah mulai menurunkan barangnya.

Musprov I SMSI Bali, Peran Media Online Sajikan Informasi Yang Akurat, Berimbang dan Beretika
Sementara lokasi relokasi di Peken Ijogading diperuntukan bagi pedagang emas, pedagang kue basah, sayur, canang, pedagang busana serta pedagang Pasar Senggol Negara. Sementara los darurat yang disiapkan di sisi timur Kantor DPRD Kabupaten Jembrana diperuntukan untuk pedagang makanan siap saji. Mereka optimis pembeli atau pun langganan mereka akan ke tempat relokasi untuk belanja.
Sementara tukang pikul (tukang gendong) bernama I Ketut Sugiarta asal Mendoyo yang selama ini menggantungkan hidupanya dari aktiftas bongkar muat dan jual beli di Pasar Umum Negara dengan adanya revitalisasi pasar dirinya merasa biasa saja. dirinya sudah menekuni sebagai tukang suun atau tegen sudah 3 tahun lamanya.
Ny.Putri Koster Menghadiri Peringatan HUT ke-42 Sanggar Teater Agustus
Dengan keadaan begini memang belum stabil, kalau nanti sudah stabil pasti rame, mudah-mudahan nanti rame disini. Jumlah kami termasuk tukang suun ada sebanyak 77 orang. Karena di Pasar Ijogading bukanya hanya sebentar sampai siang, saya bersama teman-teman akan tetap di area parkir Pemkab Jembrana,” jelasnya. umat (25/8/2023)
Salah seorang pedagang di lokasi relokasi di Peken Ijogading Negara Jro Putu Murni (65) asal Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana mengaku sudah pindah dari Pasar Umum Negara di awal jadwal relokasi yang diberikan oleh pemerintah.
Wagub Cok Ace Harap Proyek SMART Ubud Bisa Dukung Bali Emisi Nol
“Memang pindahnya lebih awal, tapi nunggu pedagang lainnya juga biar samaan buka,” ujar pedagang jajanan ini. Kendati mengaku sedih meninggalkan tempat jualan yang ditempati bertahun-tahun, namun ia berharap pemerintah daerah melakukan yang terbaik. Sur






