Persindonesia.com Jembrana – Lonjakan kasus di Pulau Jawa menjadi perhatian satgas covid-19. Hal ini cukup beralasan, mengingat jarak Kabupaten Jembrana cukup dekat, sehingga mobilitas orang dan kendaraan masuk Bali cukup intens. Menghindari resiko terburuk apabila terjadi penambahan kasus, RSU Negara bersiap dengan menambah kapasitas ruang isolasi.
Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat, Batalyon C Pelopor Brimob Sumut Laksanakan Patroli Dialogis
RSU Negara menyiapkan ruang isolasi di Lt 1 yang sebelumnya telah ditutup sementara. Kesiapan Kamar pasien, bed, alat medis dan tenaga medis dicek langsung direktur RSU Negara, dr Ni Putu Eka Indrawati, Selasa pagi tadi( 22/6) didampingi Kabid Penunjang Non Medik I Kadek Ari Wijana. Sejauh ini , kata Eka Indrawati , SDM dan APD masih mencukupi sehingga isolasi Lantai 1 di RSU Negara bisa dioperasikan.
“Ini antisipasi apabila lonjakan kasus terjadi. Kita siapkan ruangan dilantai 1 dengan kapasitas 18 bed. Termasuk mitigasi petugas juga kita siapkan. Jadi kita siap apabila kondisi memburuk,” ujar Eka Indrawati.
Dijelaskan Eka Indrawati dengan tambahan itu total RSU Negara, memiliki kesediaan bed sebanyak 60 buah di Gedung Puri Jagadhita. Dilantai 2 yang sudah lama dioperasikan sebagai tempat isolasi memiliki 22 bed. Sedangkan Lantai 3 tersedia 20 bed.
Sementara pasien covid-19 yang tengah dirawat di RSU Negara saat ini 16 pasien.
15 orang dirawat di Ruang isolasi dan 1 orang di ICU. “Kasus covid-19 ini fluktuatif. Jadi Ketika lonjakan itu terjadi kita sudah siap. Walaupun harapan kita sebenarnya tidak terjadi dan ruangan isolasi lantai 2 ditutup, tandasnya.
Kadiskominfos Bali Tegaskan Kabupaten/Kota di Bali Zona Orange
Sepekan ini tambahan kasus positif kembali terjadi di Jembrana. Perkembangan kasus yang sempat melandai berubah dengan munculnya tambahan 16 kasus positif dalam sehari.
Menurut, Jubir satgas Covid-19 Jembrana secara kumulatif , jumlah kasus positif di Jembrana totalnya sebanyak 2379 kasus. Sementara 2266 sudah dinyatakan sembuh dengan 79 kasus meninggal dunia. Antisipasi lonjakan kasua terjadi, Jajaran satgas covid-19 Jembrana sebutnya sudah melaksanakan langkah pencegahan. Diantaranya melaksanakan pengetatan dipintu masuk Bali bagi pelaku perjalanan.
“Pengetatan dilakukan dengan menyiapkan petugas untuk memeriksa warga masuk Bali dengan menunjukkan surat bebas covid-19. Langkah lainnya, penegakan yustisi diwilayah yang muncul kasus baru. Kita sosialisasikan terus penerapan 3 M sebagai pencegahan,” terang Arisantha.
Bukti Sinergitas Kornas TRC PPA Bersama Kepolisian
Selain itu, satgas covid-19 Jembrana terus mengejar upaya percepatan vaksinasi ke masyarakt. Hal itu sesuai target yang dibebankan bupati Jembrana untuk mengejar jumlah masyarakat yang sudah divaksin. Data yang masuk hingga 21 juni 2021, sebanyak 131.869 warga Jembrana sudah mendapat vaksinasi untuk dosis pertama. Sementara yang belum divaksin sebanyak 98.785 dari 230.654 target sasaran.
Seluruh target tersebut diharapkan bisa selesai hingga 31 juli 2021.( Abhi/humas)






