PersIndonesia.Com,Bangli- Dalam rangka memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak ada lagi kesan kekerasan, bulying maupun perploncoan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, terus mengIntensifkan pemantauan terhadap sejumlah satuan pendidikan dalam pelaksanaan MPLS.
“Dalam MPLS tahun ini, kami menekankan bagaimana peran orang tua agar ikut memberikan semangat kepada anak didik. Sebab, MPLS tahun ini menerapkan sistem ramah melalui penguatan karakter pada anak hebat, dengan menerapkan 7 kebiasaan anak hebat,” terang Kadisdik Bangli, I Komang Pariartha disela-sela pemantauan MPLS di SMPN 3 Bangli, Selasa (22/7/2025).
Baca Juga : Antisipasi Siswa Tercecer, Disdikpora Bangli Bentuk Pos Pengaduan
Lebih lanjut disampaikan, dalam MPLS pihaknya juga terapkan pagi ceria, dengan tujuan mengingatkan bagaimana disekolah agar tidak ada bulying. Menurutnya kegiatan lama yang mempunyai kesan MPLS itu bersifat kekerasan atau pun disuruh membawa sesuatu yang aneh sebisa mungkin dihindari.
“Kami meminta untuk tidak melakukan yang aneh-aneh. Pokoknya MPLS harus menggembirakan, berkesadaran dan bermakna,” kata Pariartha.
Tindak lanjut dari itu, Disdikpora Bangli juga sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan MPLS yang ramah ke semua satuan pendidikan di Bangli. “Dari hasil pemantauan, sejauh ini pelaksanaan MPLS di Kabupaten Bangli berjalan lancar,” ungkap Pariartha.
Sementara Kepala Sekolah SMPN 3 Bangli, A.A. Ari Kurniawan menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolah yang dipimpinya telah mengacu Juknis yang diterbitkan Disdikpora Bangli yang menginginkan MPLS yang ramah.
“Tindak lanjut dari itu, kita sudah membikin tagline bahwa MPLS di SMPN 3, mengusung tagline beradaptasi untuk berprestasi ” sebutnya.
Baca Juga : Penerimaan Siswa SMA/SMK di Bangli Belum Maksimal, Dewan Minta SPMB Dievaluasi
Disampaikan, MPLS yang di inginkan sebagai tempat atau wadah anak-anak mengenali lingkungan sekolah. Karena itu, kegiatan yang dilakukan, dipastikan tanpa ada kekerasan, bulying dan perploncoan. Lebih lanjut, disampaikan jumlah siswa yang diterima tahun ini di SMPN 3 Bangli sebanyak 256 yang dibagi jadi 8 kelas.
“Dibandingkan tahun lalu, terjadi lonjakan siswa yang signifikan. Tahun ini, selain dari jalur domisili, kami banyak menerima dari jalur prestasi. Sedangkan tahun lalu, kami menerima sebanyak 224 siswa jadi 7 kelas,” pungkasnya.(IGS)






