PersIndonesia.Com,Bangli- Seorang pemuda bernama I Wayan Witama, (25) asal Banjar Dinas Daya, Desa Ban, Kecamatan, Kubu Kabupaten Karangasem ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada kebun jeruk milik I Wayan Budiasa (50) di Banjar Penaga Desa Landih, Kecamatan Bangli, Rabu 13 Agustus 2025 sekira pukul 09.00 Wita.
Berdasarkan informasi yang terhimpun kronologis kejadian berawal saat I Wayan Budiasa (saksi) sekira pukul 09.00 Wita hendak mencari rumput di tegalan miliknya. Setiba ditegalan dari kejauhan Budiasa melihat korban sedang berdiri. Karena mengira korban hanya kencing, saksi tidak menghiraukan.
Baca Juga : Oknum PNS Jembrana Dituntut 15 Tahun Penjara Akibat Hamili Gadis di Bawah Umur
Dan berselang beberapa menit kemudian, saat saksi kembali memperhatikan ternyata korban masih berdiri seperti awal dilihat. Karena penasaran Budiasa mendekat dan ketika sudah dekat Budiasa mendapati korban dalam keadaan tergantung di pohon jeruk.
Dalam keadaan terkejut dan panik, selanjutnya Budiasa memberitahu warga setempat, sehingga warga berdatangan. Kejadian yang terjadi sontak membuat warga. Dan kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Bangli, guna penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Bangli, Kompol I Dewa Made Suryatmaja saat dikonfirmasi mengatakan setelah menerima laporan pihaknya segera mendatangi TKP dengan melibatkan Unit Identifikasi Polres Bangli bersama Tim Medis Puskesmas Bangli Utara, untuk kemudian melakukan olah TKP dan mencatat keterangan saksi-saksi serta memeriksa jenazah korban.
Dari hasil penyelidikan diketahui jika korban sedang menjalin hubungan asmara dengan seseorang bernama Yuni yang sedang training pada sebuah Sekolah di Penaga Landih. Dan sebelum kejadian di Whatsapp korban sempat bertengkar dengan kekasihnya. Karena tidak puas korban menemui Yuni di kantin tempatnya training.
“Seusai bertemu kekasihnya, kemudian korban pergi. Dan sekira pukul 22.00 Wita korban menelpon kekasihnya dengan mengatakan selamat tinggal”, terangnya.
Baca Juga : Imih! Ibu Rumah Tangga di Sidawa Bangli Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi
Lanjut kata Kapolsek dari hasil olah TKP dan pemeriksaan Tim Medis oleh Dr. I Made Arimbawa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kuat dugaan, korban nekat bunuh diri (bundir) dengan cara gantung diri akibat masalah asmara”, ungkap Dewa Suryatmaja.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas berhasil mengamankan tali celana warna abu-abu sepanjang 110 Cm, tas punggung serta HP merek Vivo Biru yang kesemuanya milik korban. Atas peristiwa yang terjadi, pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan kematian korban sebagai suatu musibah. “Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan”, pungkas Kapolsek. (IGS)






