Persindonesia.com Jembrana – Pasca banjir bandang di sungai Bilukpoh menyisakan banyak balok kayu yang ikut terbawa arus dari arah hutan di Kecamatan Mendoyo. Terlihat balok kayu tersebut sudah dipotong-potong dan dibiarkan begitu saja oleh warga yang memotong sehingga terbawa air sungai saat hujan tiba.
Potongan kayu tersebut dibawa oleh arus air sungai yang meluap mengakibatkan terjadinyan banjir bandang dan menjebol kembali jembatan di Banjar Penyaringan dan menenggelamkan puluhan rumah di sekitar Jembatan Bilukpoh.
Jembatan Baru Putus, Dikabarkan Hanyut, Siswa SMA Belum Ditemukan
Salah satu warga yang ada dilokasi yang enggan menyebutkan Namanya mengatakan, ini seudah ketiga kalinya terjadi banjir bandang, dan kali ini yang paling parah. Rumah yang ada di sekitar jembatan kebanyakan dihantam balok kayu.
“Banyak balok kayu yang hanyut mas, dari utara dan tidak bisa lewat di jembatan sehingga mengumpul di jembatan jadinya air melebar ke samping dan menenggelamkan rumah warga. Ini sudah sering terjadi disaat banjir bandang datang,” imbuhnya.
Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat memantau pembersihan di Jembatan Bilukpoh mengatakan, hari ini pihaknya memantau keadaan warga yang ada di lokasi Jembatan Bilukpoh. “Kita mengutamakan mengamankan dan mengevakuasi warga, mereka yang diutamakan warga selamat selesai disatu titik dan titik selanjutnya,” terangnya.
Terkait Tragedi Kanjuruhan Bupati Jember : Alhamdulillah Sekarang Ditangani Dengan Baik
Pihaknya juga memantau warga terkait makanan, pakaian, alat untuk istirahat itu sudah diberikan. “Kita juga memastikan warga yang mengungsi mendapatkan makanan, pakaian sudah bagus, tempat dan sudah kita tenang, baru kita akan berpikir tentang pembersihan akibat dari banjir ini,” ujarnya.
Disinggung terkait banyaknya balok kayu yang hanyut, Bupati Tamba membenarkan akibat kejadian ini dikarenakan banyaknya kayu yang hanyut dari utara. “Setelah selesai pembersihan, saya sudah koordinasi dengan KPH Bali Barat untuk sesegera mungkin untuk memanggil pemegang KPH disini,” ucapnya.
Personel Polda Bali diterjunkan Bantu Korban Banjir Mendoyo
Tamba mengaku, sebenarnya dirinya sebelumnya sudah berkomitment dengan para pemegang KPH tersebut agar tidak ada lagi perambahan hutan. “Ini sebenarnya bukan perambahan hutan, ini merupakan penebangan yang dilakukan agar mereka bisa bercocok tanam dibawahnya. Ini semua kayu tidak bisa dijual, ini dilakukan oleh pengawen ini bukan pelaku illegal loging,” tegasnya.
Ditempat yang berbeda, Kepala Lingkungan Bilukpoh I Komang Gede Swabawa mengatakan, warga yang terdampat yang paling keras dan sampai tidak bisa menempati rumahnya sebanyak 57 KK. “Warga sebelum kejadian sudah mempersiapkan diri untuk di evakuasi, jadinya warha kami semua selamat. Dan sekarang sudah kami evakuasi semua di tempek,” tandasnya.
Jelang KTT G20, Pengurangan Risiko Bencana Dilaksanakan Secara Masif
Untuk konsumsi dan peralatan lainnya, imbuh Swabawa, semua warga sudah mendapatkannya. “Kami sudah menyediakan bahan makanan dan bahan lainnya yang diperlukan. Tadi bapak bupatu juga sudah sempat menengok warga dan memberikan bantuan berupa makanan, selimut dan lainnnya yang diperukan warga,” pungkasnya. Vlo






