Banner “Selamat Datang Kejaksaan” di Sumber Anom Hebohkan Warga, Kades Pilih Bungkam

Persindonesia.com Bondowoso — Pagi ini, warga Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, dikejutkan oleh kemunculan sebuah banner tak biasa di pertigaan jalan desa. Banner tersebut bertuliskan ucapan selamat datang untuk Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Inspektorat Kabupaten Bondowoso yang tengah melakukan audit investigasi terhadap Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk tahun anggaran 2018 hingga 2023.

Tulisan lengkap di spanduk itu berbunyi “Selamat Datang Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Inspektorat Kabupaten Bondowoso dalam rangka Audit Investigasi DD/ADD dan Bumdes Tahun Anggaran 2018 s/d 2023 Desa Sumber Anom.”

Tak diketahui pasti siapa yang memasang banner tersebut. Namun, hanya dalam hitungan jam, Kepala Desa Sumber Anom, Misyono, terlihat mencopotnya.

Warga Desa Balaradin Tegal menggrudug Ke Kantor Bupati Tegal

Meski demikian, banner ini diduga kuat berkaitan dengan laporan masyarakat terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa selama lima tahun terakhir. Kasus tersebut hingga kini masih dalam penanganan Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Kemunculan banner itu dinilai sebagai bentuk dukungan dan apresiasi warga terhadap penegakan hukum di desa mereka. Warga disebut semakin sadar akan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.

“Ini bentuk kepedulian masyarakat. Bahwa dana desa itu milik rakyat, bukan kepala desa. Harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga,” ujar Ilham, pelapor kasus dugaan korupsi DD/ADD Sumber Anom, kepada media ini.

Pencuri Motor Kunci Nyantol di Jembrana Berakhir di Bui, Penadah Ikut Terciduk

Ilham menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum yang sedang berjalan dan menilai pemasangan banner sebagai wujud semangat kolektif masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan desa.

“Kalau tidak ada korupsi, kenapa harus takut? Saya rasa ini juga bisa menjadi penyemangat bagi Kejari dan Inspektorat dalam melaksanakan audit investigasi,” tambahnya.

Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Sumber Anom, Misyono, belum memberikan tanggapan resmi terkait pemasangan dan pencopotan banner tersebut. Pesan yang dikirimkan ke nomor WhatsApp miliknya tidak direspons. (Ageng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *