BBLC Bengkayang Gandeng Mitra Strategis, Kembangkan Potensi Desa Bersama KDKMP
Bengkayang KalBar. Persindonesia.com – Klinik Konsultasi Bisnis dan Hukum Bengkayang Business Laws Center (BBLC) Bengkayang menggelar kegiatan “Diskusi Santai Bareng Klinik BBLC” bersama 13 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Bengkayang, Selasa (9/9/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menggali potensi ekonomi lokal di desa sekaligus membuka peluang pendampingan dan kerja sama bisnis dengan berbagai mitra strategis.
Kabupaten Bengkayang sendiri telah membentuk sebanyak 124 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada tahun 2025. Seluruh koperasi tersebut telah memiliki legalitas badan hukum dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta perangkat daerah terkait.
Ketua Umum Koperasi Jasa Sepakat Bersama Border Bengkayang, Benediktus Heriko, S.Pd, mengatakan kegiatan diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi para pengurus KDKMP dalam menghadapi berbagai tantangan pengembangan usaha dan kelembagaan.
Menurut Heriko, Klinik BBLC juga membuka peluang pendataan potensi desa secara bertahap yang selanjutnya dapat dikembangkan melalui pola kerja sama business to business (B2B). “Secara khusus, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi pengurus KDKMP dalam menghadapi tantangan pengembangan usaha dan kelembagaan. Pendataan potensi desa secara bertahap juga dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama bisnis,” ujar Heriko.
Ia menambahkan, diskusi tersebut diharapkan dapat mengembalikan semangat para pengurus KDKMP yang saat ini tengah menghadapi dinamika perubahan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Direktur Klinik BBLC Bengkayang yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi KDKMP Nusantara, Heru Kamaruzzaman, menegaskan bahwa KDKMP memiliki posisi strategis sebagai kelembagaan ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai penyalur barang bersubsidi pemerintah melalui gerai, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi agregator, pengolah, pemasar, hingga penghubung rantai nilai produk unggulan desa. “Ke depan kita akan berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti Koperasi Mata Enggang Khatulistiwa, CU Keling Kumang dan CU lainnya yang dapat menjadi mitra usaha KDKMP dalam mengelola berbagai potensi daerah,” ujar Heru.
Potensi tersebut, lanjutnya, meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, wisata alam, perdagangan, jasa, serta berbagai usaha berbasis kebutuhan masyarakat desa.
Klinik BBLC Bengkayang selama ini juga telah memiliki pengalaman dalam pendampingan usaha dan kelembagaan koperasi serta UMKM. Salah satunya melalui pengembangan pilot project ekonomi kerakyatan di KDMP Dharma Bhakti, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit rakyat yang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah badan usaha dan mitra strategis.
Heru mengatakan setiap KDKMP perlu menentukan model usaha berdasarkan potensi lokal, ketersediaan bahan baku, kemampuan sumber daya manusia, kebutuhan masyarakat, akses pasar, kelayakan ekonomi serta peluang kerja sama.
Dalam pendampingannya, Klinik BBLC bersama sejumlah mitra strategis, seperti CU Keling Kumang, Koperasi Produsen Mata Enggang Khatulistiwa dan Asosiasi KDKMP Nusantara, menyatakan komitmen memberikan pendampingan dalam perencanaan bisnis, studi kelayakan, tata kelola kelembagaan, legalitas usaha, kontrak kerja sama, manajemen keuangan, perpajakan, pemasaran hingga mitigasi risiko hukum dan bisnis.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong potensi desa agar tidak hanya berhenti sebagai produk mentah, melainkan menghasilkan nilai tambah melalui peningkatan standar mutu, merek, kemasan, legalitas serta akses pasar yang lebih luas.
Heru juga mengingatkan para pengurus dan pengawas KDKMP agar berhati-hati dalam menjalankan kegiatan usaha maupun menjalin kerja sama atau subkontrak. “Kelengkapan administrasi, kepastian hukum, pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan berbasis data harus menjadi perhatian agar program strategis nasional ini dapat berjalan secara profesional dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” katanya.
Ia menegaskan setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengembangkan peluang usaha. “Kita jangan hanya menjadi penonton. Setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Klinik BBLC Bengkayang, Asosiasi KDKMP Nusantara, Koperasi Mata Enggang Khatulistiwa, CU Keling Kumang dan mitra lainnya siap memfasilitasi serta mendampingi pengembangan peluang usaha, termasuk peluang kerja sama dengan SPPG di Kabupaten Bengkayang,” ujar Heru.
Dukungan juga disampaikan Manager CU Keling Kumang Bengkayang, Adrianus Dayat. Ia mengapresiasi Klinik BBLC Bengkayang yang telah melibatkan pihaknya dalam kegiatan diskusi tersebut. “Saya berterima kasih kepada Klinik BBLC Bengkayang yang telah mengundang kami. Semoga ke depan pengurus KDKMP dapat menjadi mitra strategis kami di CU Keling Kumang,” ujarnya.
Menurut Adrianus, CU Keling Kumang tidak hanya menyediakan program pembiayaan, tetapi juga memiliki program pemberdayaan dan pendampingan bisnis bagi anggota serta pelaku usaha. “Bukan semata-mata pembiayaan, tetapi kami juga siap memberikan pendampingan bisnis bagi rekan-rekan pengurus koperasi dan KDKMP di Kabupaten Bengkayang,” tambahnya.
Melalui kegiatan Diskusi Santai Bareng Klinik BBLC, diharapkan tumbuh kembali semangat para pengurus KDKMP dalam mengembangkan koperasi sebagai pusat ekonomi produktif desa yang profesional, inklusif, berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun jaringan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi anggota koperasi dan masyarakat desa di Kabupaten Bengkayang.
Di akhir kegiatan, diskusi ditutup dengan penyerahan bantuan masker kepada para ketua KDKMP untuk dibagikan kepada anggota koperasi dan masyarakat di desa masing-masing sebagai bentuk solidaritas terhadap dampak kabut asap berkepanjangan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Bengkayang.
(Rinto Andreas)






