Bendera Merah Putih Misterius Milik Seorang Prajurit Berpangkat Kopral, Akhirnya Berkibar di HUT RI Ke 76

Cileungsi Bogor, Persindonesia.com
Sutono alias Ki Jati Sampurno, St alias Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri adalah seorang anggota TNI AD berpangkat Kopral dan istrinya yang bernama Ninu haryati alias Nyai Ayu Dewi Rahmawati yang tinggal di bilang daerah Kelapanunggal Cileungsi Kabupaten Bogor dan memiliki 3 orang anak.

Sutono alias Ki Jati Sampurno, St alias Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri berasal dari keluarga biasa, dari pasangan bapak H.Kasmari dan ibu bernama Hj.Fahdila, yang sehari harinya hanya bekerja sebagai petani kecil dikampungnya Desa Soko Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Sutono memiliki cerita hidup tentang sebuah Bendera Merah Putih yang dia miliki dan terkesan sangat misterius dalam proses kepemilikannya.

Cerita berawal saat kedua orang tuanya berangkat menunaikan lbadah Haji pada tahun 2017, dan kala itu satu hari sebelum keberangkatan orang tuanya, entah apa yang merasuki pikirannya dia malam itu tiba tiba ingin membuat sebuah Bendera dan berniat mencari dan membeli lembaran kain merah dan kain putih.

Tatkala semua toko sudah tutup, Sutono alias Ki Jati Sampurno, St alias Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri mendapatkan kain tersebut dari seorang penjahit pada malam itu.
Dan malam itu juga kain tersebut diberikan kepada kedua orang tuanya yang akan menunaikan ibadah haji.
Dan itu dia lakukan diluar kesadarannya, sambil berkata, “Pak, Bu, saya titip kain ini untuk dibawa menunaikan ibadah Haji,” katanya kepada kedua orang tuanya sambil menyerahkan kain yang merah kepada bapaknya dan kain yang putih kepada ibunya.

Singkat cerita saat kedua orang tuanya sudah pulang dari menunaikan lbadah Haji tersebut, Sutono minta kepada isrinya yaitu, Ninu haryati alias Nyai Ayu Dewi Rahmawati untuk menjahitnya menjadi sebuah Bendera Merah Putih dengan cara menyulam.

Sang istri pun melakukan perintah sang suami dengan mennyulamnya.

Karena pada saat saat mengerjakan sulaman Bendera itu banyak orang yang berdatangan kerumahnya untuk mengucapkan selamat kepada kedua orang tuanya yang baru pulang dari menunaikan lbadah Haji, sang istri menyimpan kedua kain yang masih setengah jadi itu.

Seiring berjalannya waktu, hari berjalan, tahun berganti dan merekapun lupa akan Bendera yang setengah jadi itu.
Sang istri hanya ingat saat orang rame kerumah, dia memasukkannya ke sebuah lemari dan membungkus dengan kain lkram.

Dan saat itu Sutono berangkat ke Jakarta menjalankan tugasnya sebagai seorang prajurit TNI AD dengan pangkat Kopral.

Setelah 27 bulan berlalu, sebuah mimpi datang kepada ibunya.
Sang ibu bermimpi didatangi seorang berjubah putih yang menunjuk sebuah lemari dan menyuruh membukanya.
Hari itu juga mimpi itu jadi kenyataan, tanpa dia sadari didepannya jatuh sebuah kunci lemari yang entah dari mana datangnya dan sang ibu melakukan yang diperintahkan dalam mimpinya yaitu membuka lemari tersebut dan menemukan kain bendera yang setengah jadi itu dalam plastik dan terbungkus kain lkram.

Keesokan harinya sang ibu menelepon Sutono yang berada di Jakarta.
Dengan haru, Sutono bergegas pulang menemui sang ibu dan membawa Bendera tersebut ke Jakarta untuk dilanjutkan sulamannya oleh sang istri Ninu haryati alias Nyai Ayu Dewi Rahmawati.

Kejadian ini diceritakan oleh Sutono alias Ki Jati Sampurno, St alias Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri pada wartawan saat peringatan HUT RI Ke 76 dan sekaligus melakukan prosesi Pengibaran perdana Bendera Merah Putih yang dianggap Misterius tersebut dihalaman Sekretariat YASIRA ( Yayasan Suluh Indonesia Raya ) Cabang Bogor, yang kebetulan Sutono alias Ki Jati Sampurno, St alias Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri adalah pendiri dan pembina dari yayasan tersebut.

Tepat pukul 10.00 Wib Rabu, 17 Agustus 2021, bertempat dihalaman Yayasan Suluh Indonesia Raya ( YASIRA) Cabang Bogor, menggelar Peringatan HUT RI Ke 76, dan Bendera Merah Putih yang penuh sejarah tersebut, berkibar pada Tiang Bambu Kuning, diapit 2 Bendera Merah Putih serta diiringi Lagu “Indonesia Raya” yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Suluh Indonesia Raya (YASIRA) Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri.

Pengibaran Bendera Merah Putih yang terkesan misterius tersebut digelar dengan sangat dramatis dan penuh khidmat.

Sebagai seorang anggota TNI AD, saya merasa terpanggil untuk mengibarkannya di Sekretariat Yayasan Suluh Indonesia Raya (YASIRA) Cabang Bogor, di Kecamatan Kelapa Nunggal, Cileungsi Kabupaten Bogor.

Dan kami bersyukur tepat pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76 yaitu Selasa, 17 Agustus 2021, akhirnya bendera bersejarah dan misterius tersebut bisa berkibar,” Kata Sutono.

Sutono alias Ki Jati Sampurno, St alias Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri juga menegaskan bahwa berkibarnya bendera merah putih bersejarah pada Tiang Bambu Kuning ini, sebagai wujud dimulainya Yayasan Suluh Indonesia Raya (YASIRA) dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila pada generasi penerus bangsa.

Dimana pada lokasi ini akan dibangun tempat Pendidikan gratis bagi anak-anak bangsa.
Dan nantinya para Guru-guru akan di gaji dari Unit Usaha Yayasan Suluh Indonesia Raya (YASIRA) sehingga diharapkan ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Jiwa Pancasila.

Di sini juga akan diajarkan ekonomi kerakyatan melalui usaha-usaha Mandiri dan yang utama adalah Yayasan sosial, serta memberikan pelatihan kewirausahaan pada siswa.

Dalam pendidikan akan diutamakan, “Bagaimana membangun mental generasi bangsa dengan mengkaji serta memperdalam nilai luhur Pancasila, sehingga kedepan para siswa bisa menjadi pemimpin bangsa, yang bisa mengatakan yang salah tetap salah, dan yang benar tetap benar, sehingga bangsa ini menjadi aman tentram dan damai”.

Untuk itulah hari ini kita Kibarkan Bendera Merah Putih, Karena merah itu berani dan putih itu suci, inilah sejatinya Indonesia,” ungkap Tabib Ahmad Syaefullah badhowi Al’ Fahri. (Andy.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *