Persindonesia.com Jembrana – Berhentinya operasional kapal cepat rute Banyuwangi–Serangan membawa berkah tersendiri bagi para sopir transportasi di Pelabuhan Gilimanuk. Selama kapal tersebut beroperasi, para driver mengaku sepi penumpang karena wisatawan lebih memilih jalur laut langsung menuju Denpasar tanpa singgah di Gilimanuk.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Bali, Sukirman, Jumat (31/10), mengatakan bahwa paguyuban driver Bali Barat yang berada di bawah naungan federasi tersebut merasakan dampak signifikan sejak kapal cepat itu beroperasi.
“Hampir setiap hari puluhan driver yang biasa menunggu di pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk kehilangan banyak penumpang. Padahal sebelumnya, jalur wisata Banyuwangi–Bali memberi peluang besar bagi kami, apalagi dengan meningkatnya wisatawan dari kawasan Ijen dan Bromo,” ujarnya.
Remaja Tewas Terlindas Truk Box di Jalan Denpasar–Gilimanuk, Sopir Kabur
Ia berharap penghentian sementara operasional kapal cepat Banyuwangi–Serangan dapat diperpanjang, karena memberi kesempatan bagi para sopir lokal untuk kembali mendapatkan penumpang.
“Kalau kapal cepat itu terus beroperasi, kami jelas terdampak. Kami lebih setuju kalau kapal cepat dari Banyuwangi diarahkan ke Gilimanuk, karena itu bisa ikut menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan,” tambahnya.
Selain faktor ekonomi, Sukirman menilai rute laut menuju Serangan juga berisiko tinggi. Dengan waktu tempuh lebih dari tiga jam, perjalanan tersebut dianggap cukup berbahaya, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Ia juga menyebutkan, selama ini para driver beroperasi di sekitar pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk, dekat Patung Siwa Mahadewa. Bahkan, sempat muncul usulan agar layanan transportasi wisata Bali Barat ditata lebih baik dengan memanfaatkan lahan parkir di Teluk Gilimanuk yang berdekatan dengan pelabuhan.
Diketahui, kapal cepat Banyuwangi–Bali dengan rute Pantai Boom ke Serangan berhenti beroperasi sementara sejak pertengahan Oktober lalu dan diperkirakan akan kembali beroperasi pada akhir November mendatang. Ts






