Persindonesia.com Jembrana – Dengan modal keberanian dan keahlian berenang dari sejak kecil, para pencari koin yang notbane merupakan anak kecil tersebut nekat bertaruh nyawa melawan ganasnya arus selat Jawa-Bali di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang demi mendapatkan uang receh.
Para pencari koin tersebut kebanyakan anak muda yang masih sekolah. Selain nekat melawan arus selat Bali, mereka juga kejar-kejaran dengan para petugas ASDP Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Jika mereka berhasil ditangkap pencari koin yang dewasa akan dipukuli sedangkan yang masih anak-anak disuruh push up.

Terima Bantuan Bedah Rumah, Bupati Tamba Ajak Pengusaha Berinvestasi di Jembrana
Dalam beraksi mencari koin, mereka naik ke kapal penumpang untuk menarik simpati dari para penumpang, supaya mau melemparkan koin ke laut. Selanjutnya para pencari koin melompat dari kapal langsung menyelam mencari koin. Jika kapal mulai berjalam mereka langsung terjun dan mencari kapal yang sedang menunggu penumpang.
Seperti halnya penuturan salah satu pencari koin bernama Andre (16) berasal dari Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana. Dirinya menuturkan pekerjaan ini dirinya tekuni mulai dsri kelas 3 SD sampai sekarang sudah kelas 2 SMA. “Dimasa pandemi ini penghasilan sudah menurun dan juga penghasilan tidak tetap,” katanya. Rabu (20/10/2021).
Hadiri Penurunan Kapal Tangkap Ikan Baru, Bupati Harap Nelayan Lebih Sejahtera
Dari hasil yang didapat, lanjut Andre, dirinya bisa membantu biaya hidup keluarganya yang kesehariannya pekerjaan mereka membantu membuat bumbu di salah satu rumah makan betutu. Dalam aksinya mencari koin, saat ini aman akan tetapi dirinya masih waspada dengan petugas.
“Kalau kita tertangkap dimarahin dan juga dihukum. Selain itu keseharian saya mencari koin selalu aman dengan situasi arus laut yang sangat deras ini. Ini sudah menjadi kebiasaan saya sehari-hari. Demi mendapat uang dan bisa membantu orang tua saya senang,” tutupnya. (Sb)






