Bondowoso,Persindonesia – Menanggapi Jawaban Kadisdik Viral Dugaan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19 yang beredar dalam cuplikan Video pada pemberitaan Persindonesia sebelumnya yang dilansir oleh Suwarso (10/09/21), menurut Ketua Jack Center, “Alasan yang klasik mas dan bikin gregat, padahal realitasnya sangat tidak tepat di masa – masa pandemi dengan mengatakan bernyanyi bagian dari hiburan, tapi ada sebuah etika yang harus di cermati, yaitu sikon bangsa ini, semua prihatin dengan sikon bangsa ini, pilihan yang tepat seharusnya berdoa bermunajad pd allah swt sebagai seorang muslim, tapi bukan justru berdendang lagu”, ujar Jack menjelaskan. (10/09/21)
“Mencari dan mendapatkan hiburan itu memang hak setiap insan manusia, tapi kita juga sebagai manusia yang punya hati dan rasa itu wajib juga punya wawasan tentang perasaan, contoh, apakah pantas yang kita lakukan atau tidak ?
Nah, semua berpulang pada diri kita sendiri, artinya sejauh mana kita mampu berfikir cerdas dan bermakna, jadi sekarang kami kembalikan pada pemangku kebijakan di daerah, karena Kadisdikbud itu bagian dari struktural pemerintah, berarti di situ bupati dan wabup secara tak langsung ikut mempertanggung jawabkan perbuatan Kadisdikbud tersebut “, jelasya
“Bupati dan Wabup harus tegas terhadap peristiwa tersebut, apalagi peristiwa kadisdikbud itu bukan yang pertama kali di bondowoso, yaitu peristiwa kadisparpora sekalipun beda substansi tapi kan tetap pelanggaran baik etik maupun aturan yang lain, makanya menciptakan pemimpin itu seperti kata pepatah jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung, ya akhir seperti itu mas, jawanya Dadhi pemimpin ora jelas dan wes anggel tutarane….hehehe” ungkap Jack dengan tawa khasnya. (TIM)






