Denpasar (persindonesia.com) – DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Kota Denpasar, bersinergi dengan BI (Bank Indonesia) laksanakan giat Bantek (Bantuan Teknik) pengolahan sampah organik menjadi pupuk superbokhasi TPS-3R se-Denpasar, kali ini menyasar TPS-3R Uma Asri, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Selasa (28/6/2022).
Ditinjau secara khusus oleh anggota DPRD Kota Denpasar komisi II fraksi PDIP : I Nyoman Gede Sumara Putra,S.T.,(Bli Mangde) yang pada kesempatan tersebut menyatakan, “Sampah bagi kita merupakan momok, sampah adalah masalah, pemecahannya tidak bisa dari pemerintah saja, tidak hanya teman di TPS ini saja, tidak bisa masyarakat saja tapi konsep kita ya bahu membahu, jangan berkonsep asal bayar jadi bisa buang sampah seenaknya. Harapan kita dalam Bantek ini menjadikan salah satu dari sekian banyak solusi yang ditawarkan akan menjadi solusi yang efektif kedepannya, mencarikan jalan keluar bagaimana pengolahan sampah yang diharapkan selesai di hulu itu bisa segera, jadi perlu kerja sama kita bersama, dengan konsep gotong royong, karena secara ekonomi ini bisa juga meningkatkan kesejahteraan serta pembangunan di Kota Denpasar. Dan seperti kita ketahui bersama kita berharap juga pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar memberikan suatu edukasi mengenai pengolahan sampah di TPS-3R ini, karena sekarang baru 4 dusun saja yang bekerjasama sudah kewalahan apalagi 18 dusun di ubung kaja ini,saya kira kita kewalahan dan berat sekali. Jadi kita gunakan konsep gotong royong ini dengan mengurangi sampah dihulu sebelum masuk ke TPS-3R Uma Asri ini, ditunjang sistem manajemen pengolahan yang baik di TPS-3R ini maka kedepannya akan bisa menerima dusun-dusun lain bekerjasama dan tentunya akan menambah kesejahteraan perekonomian”,ucap Bli mangde.

Manajer Operasional TPS 3R Uma Asri, Desa Ubung Kaja : Riandy Arya Satria ditemui media mengungkapkan, “TPS-3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang efektif dan efesien, namun banyak kendala dilapangan menyangkut kesadaran masyarakat sendiri dalam penanggulangan sampah”, ucap singkat Rian.

Perbekel Desa Ubung Kaja yang hadir pada kesempatan tersebut : I Wayan Astika, juga menambahkan, ” Kita bersyukur dan sangat berterima kasih kepada DLHK Kota Denpasar dan BI yang sudah memberikan Bantek kepada TPS-3R Uma Asri Desa Ubung Kaja, yang bertujuan memaksimalkan pengolahan sampah secara mandiri di masing-masing Desa, namun di TPS-3R Uma Asri Ubung kaja ini belum bisa mengcover seluruh dusun yang berjumlah 18, baru 4 dusun yang bisa kita maksimalkan, karena hanya baru 2 dusun saja sudah menghasilkan 4 ton sampah baik itu sampah organik maupun non organik, dengan adanya Pergub 76 Th.2019 bahwa sampah itu harus selesai dari sumbernya, diharapkan masyarakat bisa memilah sampah dari sumbernya dan mudah mudahan pengajuan 1 TPS yang terealisasi diakhir tahun ini bisa membantu pengolahan sampah di Desa kita”,ucap Pak Kades.

Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar : Agus Wirajaya, dan Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLHK Kota Denpasar : I Gusti Gede Ngurah Budhita, membuka pelatihan Bantek yang diikuti sangat antusias oleh seluruh pekerja TPS.
( Dudick )






