Surabaya, Persindonesia.com,- Focus Group Discusion BPIP (Badan Pembinaan Indiologi Pancasila) bersama UNAIR (Universitas Airlangga) bahas peran pemerintah daerah menjaga kerukunan dalam bingkai Pancasila, discusi dilaksanakan di gedung Unair kampus B Surabaya, Rabu, 30/11/2022.
BPIP adalah lembaga yang bertanggung jawab kepada Presiden memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh, berkelanjutan, melaksanakan penyusunan standarisasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan,serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang tidak bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga.
Dihadiri tokoh tokoh nasional antara lain Ketua MUI JATIM (Prof. Dr. H. Ali Machan Moesa, M.Si), Kepala BAKESBANGPOL Kota Surabaya (Maria Theresia Ekawati Rahayu, SH, MH), Dekan Fakultas Keperawatan (FKP) UNAIR (Prof. Dr. Ah. Yusuf, S.Kp., M.Kes), Pakar Hukum Lingkungan UNAIR dan Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR (Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H, M.Hum), Perwakilan BPIP dan koordinator bidang pengugas (Andi Hilalliddin, S.E), juga para mahasiswa UNAIR, Ketua Ansor Jombang, Polri, TNI AD, serta sebagian Ormas Pemuda Pancasila Surabaya.
” Pemuda Pancasila ( PP ) tidak hanya slogan ormas begitu saja, ada sebagian besar orang tidak tahu bahwa PP adalah bagian dari challenge buat teman teman PP, mohon maaf beberapa tempat yang kami kunjungi selalu melihatnya bahwa perlu pembenahan terkait dengan internal PP, kami sampaikan ini teman teman, kami harap PP lebih ke Propinsi Jatim (Jawa Timur) dan saya yakin PP bagus dalan rangka mengemban nama Pancasila”, papar Andi Hilalliddin, S.E perwakilan BPIP.
“Kami membacakan sedikit kesimpulan atas apa yang kita diskusikan hari ini, pertama adalah memang dalam rangka kita menyukseskan Pengamalan Pancasila itu di perlukan dukungan dari berbagai pihak, dari mahasiswa, mulai dari agensi masyarakat, dan juga dari perguruan tinggi.

Memang masih perlu banyak sekali evaluasi guru memberikan masukan yang baik bagi BPIP kedepannya dan juga harapannya, apa yang sudah dijalankan selama ini oleh BPIP upaya pemerataan, yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila juga harus dipahami secara baik oleh rekan rekan semuanya, pun kita jangan lupa bahwa tiap tiap manusia memiliki hak azasi dan kita perlu menghormati tidak boleh melanggar apa yang jadi peraturan dari Pancasila”, papar Mandala Putra (Mediator Mahasiswa Unair). (Red-Rr mpi)






