Persindonesia.com Jembrana – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Buleleng bersama tim koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan Kabupaten Jembrana melakukan pemeriksaan jajanan takjil di pasar Ramadan Loloan, Rabu (20/3/2024) kemarin.
Dari 15 sampel makanan yang diuji, petugas menemukan satu sampel jajanan Putu Mayang yang dicurigai mengandung rhodamin B, atau pewarna tekstil merah.
“Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium BPOM untuk diuji konfirmasi lebih lanjut,” kata Kepala Loka POM Buleleng Rai Gunawan. Kamis (21/3/2024).
Metrologi Legal Tera Ulang Mesin Pompa BBM di Jalur Mudik Denpasar-Gilimanuk
Pihaknya juga langsung melakukan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang di lokasi tersebut, dan menyarankan untuk tidak menjual jajanan Putu Mayang yang terindikasi mengandung rhodamin B
Sebelumnya, pihaknya juga mendatangi sejumlah toko dan distributor makanan di seputaran Kota Negara untuk melakukan identifikasi pengawasan pangan.
“Pengawasan ini dilakukan karena pada bulan Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan kebutuhan masyarakat meningkat. Kami fokus memeriksa masa kedaluarsa, izin beredar, dan kemasan makanan,” jelasnya.
Sekda Dewa Indra Harap SMK Fest 2024 Jadi Wadah Siswa/i SMK Unjuk Prestasi dan Talenta
Rai Gunawan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam membeli makanan, terutama jajanan takjil.
“Pastikan jajanan yang dibeli memiliki label yang jelas, dan tidak berwarna mencolok,” imbaunya.
Masyarakat juga dapat melaporkan ke Loka POM Buleleng jika menemukan jajanan takjil yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Sur






