Desa Bongkasa Serius Tangkal Degradasi Budaya Melalui Bulan Bahasa

Bongkasa Badung Bali 18/02/2024 – Budaya adalah cerminan dan identitas anak bangsa, dibulan bahasa ini Desa Adat Bongkasa Badung menggelar acara lomba bertema kebudayaan yakni lomba Nyurat Aksara Bali, Nyurat Lontar Bali dan Mesatua Bali. Yang merupakan kegiatan penguatan akar budaya yang kian semakin tergrus oleh perkembangan jaman.

Screenshot 20240218 153624

Bendesa Desa Adat Bongkasa Ida Bagus Gede Sujia Pradanta turut hadir, kepada awak media ini singkat memaparkan ;

Melalui seruan dari MDA Provinsi Bali di bulan Bahasa tepatnya di Bulan Februari 2024 ini diwajibkan kepada seluruh desa adat yang ada diseluruh Bali untuk melaksanakan pelestarian, penguatan budaya.

Dalam bulan bahasa yang ke 6 ini Desa Adat Bongkasa melaksanakan kegiatan lomba ntara lain ; menyurat lontar tingkat SMP, menyurat aksara Bali di tingkat SD dan lomba Satua Bali yang diikuti aleh PKK di Desa Bongkasa, seperti yang dipaparkan oleh Bendesa Adat Bongkasa di Wantilan Pura Desa Desa Adat Bongkasa.

Screenshot 20240218 114853
Bendesa Adat didampingi Penyarikan Adat

Lebih lanjut Bendesa Adat Bongkasa menekankan, Tujuan dari pelaksanaan lomba ini sangat berarti bagi kita dan generasi untuk menjaga sastra Bali sejak dini agar tetap lestari dan berkembang, aksara dan bahasa Bali ini sangat penting bagi ehidupan di Bali baik dalam upacara sejak lahir, serta mejaga ajegnya budaya diantaranya Sastra dan Bahasa Bali. Melalui ajang ini akan tumbuh bibit-bibit muda Sastrawan Bali, dan masyarakat menjadi lebih tau dimana Bahasa Bali merupakan Bahasa yang adiluhung dan tiang berharap kegiatan – kegiatan seperti ini terus berkelanjutan, Jelas Bendesa Adat di dampingi Penyarikan Desa Adat Bongkasa I Made Jegi, SH. dan dan mewakili Pemeritahan Desa Bongkasa : I Made Suwerti(Kasi Pelayanan).

Screenshot 20240218 153612
Para Penyuluh sekaligus Tim Juri

Ketua Panitya Penyelenggara I Wayan Miarsa Darmita,S.Pd,B, (Penyuluh Bahasa Bali), Bahasa Bali merupakan Bahasa Ibu, juga merupakan akar budaya yang patut dilestariakan , jika Aksara Bali ini tiada maka Taksu Bali akan punah, di bulan Bahasa yang ke 6 ini melalui kegiatan ini diharapkan aksara, bahasa Bali semakin tidak tergerus. ucap Ketua Panitia Penyelenggara yang juga tim Juri didampingi Juri lainnya ; I Wayan Indra Pramana Putra,SS, (Penyuluh Bahasa Bali) dan Dr.I Putu Eddy Purnama Artha,S.Pd,B,M.Pd (Univ.Hindu Negeri Denpasar).

Penyuluh sekaligus Juri : Putu Eddy  menambahkan ; Sastra dan Bahasa Bali sangat penting dalam perjalanan kehidupan budaya Bali, Bahasa Ibu sekaligus dipakai dalam acara agama. Memberikan pemahamn berbahsa yang beretika kepada anak, terutama saat komuniksi dengan orang tua, Putu Eddy juga mengungkapkan tidak anti atau melarang bagi anak- anak untuk belajar bahas yang lain.

Sebagai Penyuluh Bahasa Bali Putu Eddy mengharap adanya perhatian Pemerntah terhadap para Penyuluh agar bisa melaksanakan tugas atau mengimplementsikan ilmunya kepad generasi yang secara langsung dalam pelestarian budaya, ujar Putu Eddy penuh harap.

Semetara Penyuluh sekaligus Juri : I Wayan Idra Pramana Putra,S.S, menekankan, kepada generasi yang sudah mau ikut berartisipsi dalam bulan bahasa ini untuk diapresisi, diberikan suatu penghargaan, atau juga dibuatkan suatu perkumpulan di tiap-tiap desa tekait Bulan Bahasa ini sebagai bentuk aprsiasi pemerintah secara nyata. Selama ini di tiap-tiap daerah terkendala dengan sarana prsarna pembinaan terasuk pendanaan. Kantong-kantong pembinaan di daerah-daerah tersebut, mimpi untuk mengajegkan budaya terutama sstra dan Bahasa Bali akan lebih berpeluang terwujud, jelas Wayan Indra yang menyoroti selama ini pembangunan lebih menekankan pada Infrstruktur ketimbang pembangunan SDMnya.

Screenshot 20240218 114822
Ketua PHDI Desa Bongkasa Badung

PHDI Desa Bongkasa Badung Drs. I Made Wardana yang hadir pada kegiatan tersebut, nemberikan apresiasi kepada Desa Adat Bngkasa, dengan segala keterbatsan pelaksanaan Bulan Bahasa ke 6 di tahun 2024 ini berjalan dengan baik dan lancar, telah melibatkan msyarakat dan juga anak-anak pelajar sangat antusis untuk bisa hadir, tiang harapkan kedepan terus bisa berlanjut sehingga Sastra dan Bahas Bali memang menjadi Bahasa Ibu, kedepan kepada anak- anak kita wajib hukumnya berbahasa Bali, jelas Made Wardana.

Screenshot 20240218 153545

Screenshot 20240218 153524

Screenshot 20240218 155534
Para juara 1 (sisi kanan)

Untuk diketahui para pemenang dalam lomba terebut ; Nyurat bahasa Bali : I Komang Adi Sastrwan Nyurat Lontar Bali : Ni Oman Debi Anita Pratiwi dan pemenang lomba mesatua Bali juara 1 : Ni Nyoman Sariati. Dan acara ditutup oleh Bendesa Adat Bongkasa.

gsk.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *