Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta melaksanakan penanaman pohon di Jaba sisi Pura Penataran Agung Pucak Mangu
Badung persindonesia.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati I Ketut Bagus Alit Sucipta mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Tawur Balik Sumpah Utama, serangkaian Karya Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, dan Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Desa Adat Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Sabtu (25/10/2025).
Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian Upacara Segara Kertih, Danu Kertih, dan Wana Kertih, dengan puncak acara akan dilaksanakan pada Purnama Sasih Kelima, Buda Umanis Wuku Julungwangi, 5 November 2025 di Madya Pura Penataran Agung Pucak Mangu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengerajeg Karya Ida Cokorda Mengwi XIII, para penglingsir puri se-Bali, Wakil Ketua DPRD Badung AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, Sekda Badung IB Surya Suamba, Sekretaris I TP PKK Bali Nyonya Seniasih Giri Prasta, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung, Camat Petang, Perbekel Desa Pelaga, tokoh masyarakat, serta masyarakat pengempon pura.
Pelaksanaan upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Penataran Agung Pucak Mangu dipuput oleh Ida Pedanda Yajamana dari Griya Sideman Munggu, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari Ubud, dan Jero Gede Temburu Wasa dari Lambing Sibang. Kegiatan ini memperoleh dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan sebesar Rp4 miliar, serta dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp200 juta.
Sebelum mengikuti persembahyangan bersama, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta melaksanakan penanaman pohon di Jaba sisi Pura Penataran Agung Pucak Mangu, bertepatan dengan peringatan Rahina Tumpek Wariga.
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan OPD, Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung, serta Sekda Badung. “Tumpek Wariga adalah hari yang baik untuk menanam tumbuh-tumbuhan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta menjaga keseimbangan alam,” ujar Bupati Adi Arnawa seusai penanaman pohon.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada 26 Oktober mendatang, kegiatan penanaman pohon akan kembali dilaksanakan di wilayah Bongkasa Pertiwi. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi wujud nyata dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan dengan alam,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan makna penting pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Utama sebagai bentuk penyelarasan antara alam sekala (nyata) dan alam niskala (spiritual). “Upacara ini adalah persembahan Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung untuk memohon keseimbangan antara Tuhan, manusia, dan alam. Yadnya seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan di Bali,” ujar Wagub Giri Prasta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya dan lingkungan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan yang berlandaskan Tri Hita Karana — keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
@editor : Gus Karang






