Bupati Satria Tinjau Lokasi Kerusakan Dampak Bencana Akibat Hujan Deras di Nusa Penida

Persindonesia.Com, Klungkung – Cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya tanah longsor, air bah, dan banjir yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah pura dan infrastruktur lingkungan di sejumlah titik di Kecamatan Nusa Penida.

Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan parah adalah Pura Ulun Danu Banjar Penida, Desa Sakti. Pura yang diempon oleh sekitar 90 Kepala Keluarga (KK) ini rusak hingga lebih dari 80 persen akibat diterjang tanah longsor disertai aliran air dan lumpur.

Baca Juga : Wujud Keperihatinan, Wabup Tjok Surya Kunjungi Warga Terdampak Bencana di Dawan

Kelian Pura Ulun Danu Banjar Penida, I Made Budiarna, melaporkan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/1) sekitar pukul 24.00 WITA. Akibat kejadian sebanyak 10 pelinggih, satu bale piyasan, apit lawang, serta tembok penyengker mengalami kerusakan berat. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Di lokasi lain, tepatnya di Banjar Senangka, Desa Sakti, sebuah pura paibon juga terdampak cuaca ekstrem. Di lokasi ini sebuah bale piyasan berukuran 3 meter x 2,5 meter roboh akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (20/1) sore. Sementara itu, Pura Segara di Banjar Prapat, Desa Ped, juga mengalami kerusakan. Sebanyak empat pelinggih beserta tembok penyengker roboh akibat digerus air bah.

Sekretaris Banjar Prapat, I Komang Suwarma, melaporkan derasnya aliran air juga menyebabkan robohnya tembok rumah dan pelinggih penunggun karang milik warga atas nama I Ketut Roni, yang lokasinya bersebelahan dengan Pura Segara.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Kalak BPBD Klungkung, Kadis Kebudayaan, Camat Nusa Penida, serta perwakilan Dinas PUPRPKP turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi-lokasi terdampak bencana.

Sebelumnya dihari yang sama, rombongan juga melakukan peninjauan ke Desa Batununggul, tepatnya di ruas jalan depan Bank BPD Bali. Di lokasi tersebut, Bupati Satria dan rombongan melihat langsung kondisi saluran Sungai Mentigi yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya banjir setinggi kurang lebih satu meter, meskipun hujan yang turun pada Rabu (21/1) pagi tergolong berintensitas sedang.

Perbekel Desa Batununggul, I Ketut Sulatra, menjelaskan banjir terjadi akibat pendangkalan sungai serta tumpukan sampah yang terbawa arus. Kondisi serupa juga ditemukan pada sejumlah aliran sungai di sekitar Desa Ped, yang mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat pembangunan liar.

Menyikapi kondisi yang ada, Bupati Klungkung I Made Satria memutuskan sejumlah langkah strategis. Untuk Pura Ulun Danu Banjar Penida, Bupati menyarankan agar lokasi pura dipindahkan beberapa meter dari lokasi semula yang berada di bawah tebing dan rawan longsor (ke tempat yang lebih aman).

Baca Juga : TP PKK Badung Dorong Pertanian Hidroponik sebagai Solusi Ketahanan Pangan Keluarga

Apabila tetap dibangun kembali di lokasi lama, Pemkab Klungkung tidak berani memberikan bantuan dana karena dikhawatirkan longsor bisa terjadi kembali. “Saya akan mengupayakan permohonan lahan kepada Pemerintah Provinsi Bali selaku pemilik lahan di sekitar sini”, ujar Bupati Satria.

Sedangkan terkait banyaknya sungai dan saluran air di wilayah Desa Batununggul dan Desa Ped yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah, Bupati Satria langsung memerintahkan BPBD Klungkung bersama Dinas PUPRPKP untuk melakukan normalisasi sungai pada tahun 2026. “Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah terulangnya bencana banjir di wilayah Nusa Penida”, tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *