Slawi – Bupati Tegal Umi Azizah, Dandim 0712 Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar serta Kapolres Tegal yang diwakili Kapolsek Slawi AKP Suratman beserta Satgas Covid-19, Jumat (9/7) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perkantoran dan perusahaan yang bergerak di sektor esensial khususnya di Kabupaten Tegal
Dalam Sidaknya di kantor BRI Cabang Slawi, Bupati langsung ikut mengatur antrian masyarakat di depan galeri ATM BRI agar ada jaga jarak dan menerapkan prokes. Bahkan ketika melihat warga tidak memakai masker dalam antrian , Bupati langsung menegur dan memberikan masker untuk dipakai, sedangkan Dandim 0712 Tegal menyoroti agar penempatan tempat cuci tangan pakai sabun dipindahkan ke lokasi yang mudah di lewati para nasabah sebelum masuk ruang pelayanan.
Seperti dilansir Dinas Kominfo Kabupaten Tegal dalam Release nya, Bupati Tegal berharap kepada manajer dan semua karyawan lebih waspada. Penerapan protokol kesehatan di lingkungan kantor BRI Slawi untuk lebih berkualitas mulai dari hulu sampai hilir. Mulai dari tempat cuci tangan, pintu masuk, ruang tunggu semuanya harus sesuai standar protokol kesehatan.
Selanjutnya kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) Kabupaten Tegal. Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali yang merupakan sektor esensial boleh beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen karyawan/ pegawai.
Dalam Sidaknya di kantor ini, menurut Bupati semuanya di laksanakan dengan baik dan dalam arahannya mengatakan kesuksesan PPKM Kabupaten Tegal masuk kriteria Level 3, oleh karena itu di perlukan kerja sama semua pihak, bukan hanya Tim Satuan Tugas namun semuanya ikut berperan dalam mensukseskan kegiatan tersebut agar kasus penyebaran Covid-19 dapat ditekan serendah-rendahnya.
Namun untuk di Pusat Perbelanjaan “BASA” Banjaran Kabupaten Tegal, Bupati meminta pihak pengelola memperbaiki tempat cuci tangan yang banyak rusak dan lebih menerapkan Protokol kesehatan agar dapat bersama sama mendukung PPKM dalam memutus mata rantai covid 19.
lokasi ini ditemukan tempat cuci tangan yang sudah rusak tetapi belum diperbaiki oleh pihak perusahaan, masih adanya penjualan barang-barang yang tidak masuk dalam sektor esensial serta masih ada area permainan anak-anak yang masih buka atau beroperasi.
“Sudah banyak korban baik itu masyarakat maupun tenaga kesehatan , yang terpapar covid-19. Untuk itu kita semua harus besinergi, bahu membahu bekerja sama untuk mencegahnya “, pinta Bupati
Sidak ini adalah bentuk sinergitas semua pihak , baik itu unsur Pemda, TNI maupun Polri dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat Darurat guna mencegah pergerakan masyarakat serta yang paling penting untuk menurunkan penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Tegal . (***)






