Cepat Tanggap, Tim SAR Batalyon A Pelopor Bantu Warga Padamkan Sijago Merah di Muh. Tahir.

Makassar, Persindonesia.com Kebakaran besar melanda pemukiman padat penduduk di sekitar Jalan Muh Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, (11/8/2021).

Berawal dari informasi masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran di pemukiman padat penduduk di jalan Muh. Tahir Kota Makassar atas perintah Danyon A Pelopor AKBP Darminto, S.Sos 1 Regu Tim SAR Batalyon A Pelopor ditambah kendaraan taktis Armored Water Canon yang dipimpin Danki 1 Batalyon A Pelopor Iptu Zulkarnain, S.Sos dengan sigap langsung menuju ke lokasi kejadian.

Begitu tiba dilokasi kejadian, Tim SAR langsung melaksanakan pemadaman membantu petugas pemadam kebakaran yang terlebih dahulu berada dilokasi dan melaksanakan pengamanan disekitar lokasi kebakaran, serta mengevakuasi barang milik korban yang masih bisa diselamatkan.

Personel yang membantu memadamkan Kobaran sijago merah sempat kesulitan masuk ke titik api, lantaran dikerumuni oleh ratusan warga sekitar yang menonton lokasi kejadian.

Belum lagi akses jalan yang sempit membuat petugas sulit masuk ke rumah yang dilalap api. Beruntung, mereka berhasil.

Saat dikonfirmasi Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Darminto, S.Sos membenarkan Hal tersebut.

” Bahwa benar, begitu mendengar laporan kejadian dari warga sekira pukul 10.00, 1 Regu Tim SAR Batalyon A Pelopor yang dipimpin Iptu Zulkarnain langsung bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di jalan Muh. Tahir” Terang AKBP Darminto.

” Selain mengerahkan anggota, kami juga mengerahkan kendaraan Armored Water Canon untuk membantu memadamkan kobaran api yang menghanguskan rumah warga” Lanjut Darminto.

AKBP Darminto belum bisa menjelaskan lebih banyak karena anggotanya masih di lokasi kejadian tersebut.

“Saat ini Anggota masih dilokasi membantu warga dan petugas pemadam kebakaran dilokasi,”ungkapnya

Sampai saat ini masih terlihat jelas asap di lokasi kejadian juga masih terlihat mengepul. Sementara itu, para pemilik rumah yang tempat huniannya terbakar hanya bisa menangis sambil mengangkut barang-barang yang sempat diselamatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *