Persindonesia.com Jembrana – Untuk mempercepat penanganan kebakaran yang terjadi di setiap kecamatan Kabupaten Jembrana, dikarenakan wilayah Jembrana sangat luas, selama ini kecamatan paling ujung dan barat Jembrana belum tersedianya armada Damkar yang disiagakan, hal tersebut dikarenakan minimnya mobil Damkar yang dimiliki Kabupaten Jembrana.
Dikarenakan jarak yang cukup jauh dari pusat kota Negara tempat standby mobil Damkar cukup jauh, jika terjadi musibah di Kecamatan Pekutatan, petugas Damkar membutuhkan waktu sekira 25 menit untuk menuju lokasi ditimur maupun ke ujung barat, hal ini sangat diperlukan kendaraan pemadam untuk disiagakan di kedua tempat tersebut.
Cuaca hujan Terus Terjadi, Dikawatirkan Kasus DB Meningkat di Jembrana
Saat dikonfirmasi awak media saat roadshow mobil Damkar terbaru dari Kajama, Kabid Linmas dan Pemadam Kabupaten Jembrana I Putu Pranajaya mengatakan, kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Jembrana selama di tahun 2021 sebanyak 48 kejadian. Kamis (10/03/2022)
“Dari 48 kejadian itu 68 persen terjadi di dalam kota dan dapat kita tangani sementara sisanya diluarkota yang jaraknya lumayan jauh. Sementara dintahun 2022 hingga bulan maret terjadi sekitar 4 kejadian kebakaran. Jadi sebenarnya kalau dalam aturan sendiri penanganan kebakaran paling lambat 15 menit harus sudah sampai dilokasi,” terangnya.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Launching Sekolah Perempuan Berdikari
Pihkanya juga mengatakan Kabupaten Jembrana sendiri memiliki wilayah yang posisinya memanjang. Jika terjadi kebakaran di wilayah timur, anggota sampai dilokasi hingga 25 menit lamanya, “Jadi itu sangat terlambat sekali, idealnya di wilayah timur dan barat semestinya ada armada yang disiagakan, sementara ini kami hanya memiliki armada yang terbatas, jika terjadi kebakaran di wilayah tersebut armada yang siaga disana dapat melakukan penanganan awal, dan armada di wilayah tengah melakukan backup,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Pranajaya, setiap terjadi kebakaran di wilayah timur maupun barat dikarenakan jarak tempuh yang cukup jauh, sering terjadi kelambatan penanganan. “Ini yang sering kami alami. Saat ini kami punya lima unit mobil damkar namun 2 diantaranya hanya suplai air, jadi untuk memaksimalkan kerja-kerja petugas Damkar, harapannya ada penambahan armada, sehingga nantinya bisa disebar di beberapa kecamatan,” tutupnya. (S)






