Dari Makepung ke Festival Jegog, Jembrana Mantapkan Tradisi Budaya ke Kancah Wisata

Persindonesia.com Jembrana – Semarak perayaan HUT Kota Negara ke-130 dan HUT RI ke-80 terasa begitu kental di Jembrana. Ratusan pasang kerbau pacu dilepas langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menandai dimulainya Lomba Makepung Bupati Cup 2025. Acara yang berlangsung di sirkuit Makepung Samblong, Kelurahan Sangkaragung, ini turut disaksikan oleh jajaran Forkopimda Jembrana.

Lomba Makepung kali ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar, dengan total 246 pasang kerbau beradu cepat. Para peserta terbagi dalam dua blok, yaitu Blok Ijo Gading Timur dengan 110 peserta dan Blok Ijo Gading Barat dengan 136 peserta. Jumlah ini melampaui partisipasi tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme yang semakin besar dari masyarakat dan para joki.

Saat dikonfirmasi usai kegiatan, Bupati Kembang Hartawan menekankan pentingnya melestarikan tradisi budaya seperti Makepung. “Bagaimanapun juga, tradisi seni budaya di Jembrana harus kita pertahankan,” ujarnya.

Gubernur Koster Soroti Sejumblah Persoalan di Bandara Ngurah Rai, Imbau Pembenahan Total Demi Citra Bali di Mata Dunia

Ia juga menambahkan bahwa Makepung tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi hiburan penting bagi masyarakat lokal. “Yang jauh lebih penting, kita berupaya untuk membahagiakan masyarakat, membuat masyarakat terhibur dan senang,” tambahnya.

Makepung, yang berarti berkejaran atau balapan dalam bahasa Bali, merupakan tradisi pacu kerbau yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Lebih dari sekadar balapan, Makepung adalah wujud kebanggaan dan identitas budaya Jembrana. Acara ini secara rutin menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung balapan kerbau yang mendebarkan ini.

Selain Makepung, Kembang juga membocorkan rencana kegiatan seni dan budaya lainnya. “Setelah Makepung, kita akan adakan Bali Festival Jegog yang jauh lebih seru,” ungkapnya. Festival ini diharapkan dapat lebih mengenalkan seni musik tradisional Jegog, yang berasal dari Jembrana, ke khalayak luas.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dorong Semangat Transformasi dan Kepastian Karier di Maluku Utara

Terkait dengan anggaran, Kembang menyebutkan, untuk tahun ini, penyelenggaraan acara dibantu oleh Pemerintah Provinsi Bali. “Tahun ini kami dibantu opleh pemerintah provinsi Bali untuk terus memajukan seni dan budaya lokal,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *