Di Duga Pekerjaan Cor Beton Asal Jadi PT Rajendra Pratama Jaya Patut Di Evaluasi

BONDOWOSO, Persindonesia – Pelaksanaan proyek jalan Tamanan sumber jeruk tahun anggaran 2021, yang menyerap uang negara, miliyaran rupiah, patut dikontrol dan dievaluasi pekerjaannya, dimana sebagai pelaksana proyek tersebut adalah PT. Rajendra Pratama Jaya. yang memeliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut, sesuai dengan kontrak yang sudah ditanda tangani .

Namun di satu sisi pekerjaan cor beton yang dikerjakan oleh pelaksana PT Rajendra tersebut patut dievaluasi sesuai informasi masyarakat Yang ada di wilayah kecamatan Tamanan kabupaten bondowoso yang tidak mau disebut identitasnya, meminta kepada tim investigasi media ini, untuk mengkroscek pekerjaan proyek tersebut, dan ketika dikroscek dilapangan, ditemukan beberapa titik cor beton yang harus diperbaiki dan patut di evaluasi proses konstruksinya seperti munculnya biji batu cor, yang seharusnya rata dengan semen cor ,dan pecahnya pasangan cor beton dan lebih fatal lagi terkait dimensi volume lebar cor beton yang kurang dari 50 cm. yang menurut informasi harus 50 cm, sehingga dari tiga Aitem tersebut wajib diperiksa dan dievaluasi hasil pekerjaannya, mengingat dana yang diserap miliyaran rupiah dan proyeknya pun merupakan proyek e lelang,yang proses pelelangannya pun, dimenangkan oleh kontraktual dengan penawaran yang paling rendah, dari beberapa kontraktual yang ikut kompetesi di e lelang, sehingga pemenang lelangnya, harus ekstra hati hati dalam melaksanakan tahapan tahapannya, karena pekerjaan tersebut dinaungi nama besar PT Rajendra Pratama jaya.

Ditempat terpisah awak media ini mengkonfirmasi pelaksana proyek tersebut yang berinisial ( Dendy ) mengatakan kepada awak media ini ” bahwa pekerjaan cor beton tersebut selalu dikontrol oleh pengawas dari dinas PUPR daerah, dan mereka tidak ada komplein , dan tidak menegur kami terkait dari beberapa temuan yang sampean sebutkan diatas itu mas, tuturnya, dan ketika ditanya terkait volume lebar yang ukuran 50 cm ? Ia menjawab, kalo kami sudah melaksanakan hal itu, tetapi kalau memang ada beberapa titik yang kurang dari volume itu, nanti kami tambah mas, ujarnya..

Nah kalau tim investigasi ini tidak melakukan pengukuran secara mendasar berarti proyek tersebut tidak ada yang Alfa, karena acuan dari pelaksana proyek tersebut tim pengawas tidak menegur mereka ? Tetapi ketika masyarakat kecil yang lalu lalang berjalan dilokasi tersebut , memberikan informasi bahwa ada dugaan pengurangan volume terkait lebar cor beton tersebut, kepada awak media ini patut diapresiasi, mereka dengan tulus mengontrol pekerjaan tersebut meskipun ,Tampa dibayar/di gaji.

Namun sebaliknya tim yang di gaji / yang dibayar negara dari uang rakyat, yang diberi mandat untuk mengontrol dan mengawasi pekerjaan tersebut kok nol komplein ? Adapun tim pengawas dari dinas PUPR daerah yang dikomandani oleh pengawas yang berinisial G ,R ,dan H .menurut penjelasan pelaksana proyek tersebut !!!,belum bisa kami temui Jawabannya….. para pembaca dan publik lah yang bisa menafsirkan, dan menyimpulkan,. bersambung ? ( Sws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *