Persindonesia.com Jembrana – Seorang warga Lingkungan Sawe Rangsasa, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, bernama I Ketut Riadi meninggal dunia diduga rabies pada Rabu, 27 Nov 2024 kemarin. Korban 1 bulan yang lalu punggung tangan kanannya dicakar kucing milik sendiri. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Negara. Korban didiagnosis meninggal karena encephalitis, akan tetapi gejala mengarah ke rabies.
Pelaksana Tugas Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gede Putu Kasthama saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi dari tokoh masyarakat di lingkungan Sawe Rangsasa terkait adanya warga mengamuk. “Warga tersebut mengamuk diketahui sebelumnya sempat dicakar kucing peliharaannya, akan tetapi sampai sekarang kucing tersebut masih sehat dan jinak,” terangnya, Senin (2/12/2024).
Kasthama juga menjelaskan, korban dicakar kucing kurang lebih 1 bulan yang lalu. Korban sempat galak dan ngamuk, matanya melotot, gelisah dan lemas sehingga pihak keluarga melarikan korban ke rumah sakit. “Korban setelah dirawat dan diberi obat karena korban mengeluh sakit kepala dinyatakan vertigo dan dicurigai rabies. setelah diberi obat korban langsung tenang dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Bang-Ipat Turun Langsung Pantau Banjir Tegalcangkring
Sesampainya di rumah, lanjut Kasthama, pasien kembali galak dan ngamuk lagi, diberi minum takut, melihat cahaya takut, terdapat hipersalivasi, dan terus mengamuk. “Saat itu korban langsung kembali diajak kerumah sakit. Setelah mendapatkan perawatan, penyakit pasien mengarah ke Rabies. pada hari Kamis (28/11/2024) kondisi korban mulai melemah. Pasien sempat diberi O2 akan tetapi kondisinya terus melemah dan dinyatakan meninggal oleh dokter,” ucapnya.
Menurutnya, korban dicurigai rabies oleh dokter karena gejala yang ditimbulkan oleh korban mengarah ke rabies. “Korban saat itu galak dan ngamuk, korban sempat minta air, setelah dikasih air korban lari ketakutan. Disini kami belum bisa memastikan korban meninggal karena dicakar oleh kucing, karena kucing yang menggigit masih hidup, sedangkan bila benar kucing tersebut rabies, seharusnya kucing langsung mati setelah menggigit. Hal ini yang menjadi pertanyaan apakah memang kucing tersebut yang menggigit pasien atau ada binatang lain sehingga pasien didiagnosa Suspek. Rabies,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya telah melakukan vaksin rabies di lokasi rumah korban dan juga sudah memvaksin kucing yang telah mencakar korban. “Tim kami sudah melakukan vaksin di lokasi tersebut, kucing korban juga sudah di vaksin dan dikandangkan,” ucapnya.
Pohon Tumbang di Jalur Tembuku-Banjarangkan Hambat Pengguna Jalan
Sementara Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati membenarkan korban pernah di rawat di rumah sakit. “Memang korban sempat dirawat di rumah sakit. Pasien didiagnosis encephalitis, tapi gejala ada mengarah ke rabies,” pungkasnya.






