Diduga Depresi, Penumpang KMP Potre Koneng Terjun ke Laut di Selat Bali

Persindonesia.com Jembrana – Menjelang pergantian tahun 2024–2025, seorang penumpang KMP Potre Koneng nekat menceburkan diri ke laut di perairan Selat Bali. Peristiwa tersebut terjadi saat kapal hendak sandar di Dermaga MB 3 Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Saat dikonfirmasi, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut Bayu Primanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika kapal tengah melakukan olah gerak sandar di dermaga.

“Kejadian sekitar pukul 10.00 Wita, saat KMP Potre Koneng sedang melakukan proses sandar di Dermaga MB 3 Gilimanuk,” ujarnya.

Beredarnya Video di Medsos ” Agustinus Setyo Jayadi Angkat Bicara Bahwa Kejadian Dinilai Tidak Sesuai Dengan Fakta Kejadian

Menurutnya, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah terdengar teriakan dari petugas tambat dermaga MB 3, Imam Gozali, yang melihat seorang penumpang terjun ke laut. Mendengar teriakan tersebut, petugas dan awak kapal langsung melakukan upaya penyelamatan.

“Begitu mendengar teriakan, korban langsung diupayakan untuk diselamatkan,” jelasnya.

Bayu mengungkapkan, awak kapal bersama seorang petugas bernama Andika kemudian melakukan evakuasi dengan melemparkan pelampung (ring buoy) ke arah korban. “Beberapa petugas juga terjun ke laut untuk mengevakuasi korban ke darat,” ucapnya.

Pemkot Surabaya Bersama FPK Gelar Deklarasi Sumpah 100% Arek Suroboyo

Sekitar pukul 10.05 Wita, lanjut Bayu, korban yang diketahui berinisial AW (39), warga Desa Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. “Korban telah ditangani oleh petugas medis Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan dibawa ke Puskesmas Gilimanuk untuk mendapatkan perawatan,” terangnya.

Bayu menambahkan, korban diduga mengalami depresi atau berada dalam pengaruh minuman keras. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya minuman keras jenis morgan di dalam tas milik korban.

“Di dalam tas korban ditemukan minuman keras, sehingga korban diduga dalam kondisi mabuk atau mengalami depresi,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *