Diduga Putus Cinta, Pemuda Asal Melaya Gantung Diri Dikamarnya

 

Persindonesia.com Jembrana – Diduga motif dalam percintaan seorang pemuda ABG nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamarnya. Diduga motif dari korban Karena putus cinta dengan pacarnya. (28/9)

Menyambut HUT TNI Ke 76, Koramil 414-01/Tanjungpandan Gelar Serbuan Vaksin Covid-19

Korban tersebut berinisial GALN (19) yang masih berstatus mahasiswa berasal dari Kecamatan Melaya.

Menurut penuturan warga yang merupakan kerabat dekat korban, pada hari Selasa 28 September 2021 sekira pukul 19.30 Wita, ibu tiri korban berinisial YSH (33) melihat anaknya masuk ke kamar sambil menangis dan bermain hanphone, setelah ditanya, anaknya tidak mau menjelaskan duduk persoalan yang dihadapinya.

Saat ditanya tidak bicara, ibu tirinya meninggalkan anaknya agar supaya tenang, dan langsung menuju kamar mandi. Berselang beberapa saat, kakek korban NN (76) yang juga mendengar suara tangis cucunya, dan hendak menghampiri ke dalam kamar, tapi sang cucu sudah mengamuk di dalam kamar dengan cara memukul-mukul pintu, kemudian NN memberitahukan kepada menantunya.

Atas kejadian tersebut, ibu tiri korban langsung menghubungi suaminya yang masih dirumah saudaranya. Pada saat itu kakeknya berniat masuk kedalam kamar akan tetapi pintu kamarnya tidak bisa dibuka, saat dipanggil saat itu tidak ada sahutan dari cucunya, sehingga mereka membiarkan cucunya dengan perkiraan korban sudah tidur.

Menurut keterangan sang ayah korban berinisial PS (43) dirinya saat itu masih di rumah saudaranya. Setelah mendapat informasi dari istrinya bahwa anaknya mengamuk dirumah, dan bergegas pulang kerumah. Sesampainya dirumah dirinya hendak bertanya kepada anaknya permasalahan yang dia hadapi, akan tetapi setelah mencoba membuka pintu kamar, ternyata sudah terkunci.

Oleh sebab itu, dirinya berinisiatif membuka kamar anaknya lewat jendala dengan cara mencongkel jendela bagian belakang rumah. Saat berhasil membuka jendela kamar anaknya dirinya terkejut melihat anaknya sudah dalam keadaan gantung diri, spontan dirinya langsung menurunkan anaknya dan melarikan ke Puskesmas dengan maksud bisa segera ditolong.

TMMD ke-112 Beri Penyuluhan Kamtibmas Kepada Warga Kelubi

Saat dikonfirmasi awak media Kapolsek Melaya Kompol I Made Katon SH, membenarkan kejadian tersebut. “Menurut informasi dari pihak keluarga motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diduga dikarenakan putus cinta,” terangnya, Rabu (29/9/2021).

Menurut hasil pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Melaya serta Tim Identifikasi Polres Jembrana, lanjut Katon, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban, murni gantung diri, korban gantung diri dengan selendang. “Atas kejadian tersebut, pihak korban mengiklaskan meninggalnya anak mereka,” tutupnya. (Id/sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *