Persindonesia.com Jembrana – Salah satu warga Lingkungan Petapan Persidi, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo digigit anjing diduga rabies sekitar 3 bulan yang lalu, anjing mengigit tepat ditangan korban. Kemarin hari Jumat sekitar pukul 10.00 wita korban meninggal korban meninggal dunia dirumahnya.
Diketahui korban bernama I Made Sutamayasa 41 tahun setelah digigit anjing sekitar 3 bulan yang lalu korban enggan memeriksaakan dirinya ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan, selain korban terkena gigitan anjing, terdapat 6 warga juga terkena gigitan anjing rabies.
Kabid Humas Jateng : HOAX Video Pengendara Pakai Sandal Jepit Ditilang, Bijak Bermedsos
Dikarenakan Kecamatan Mendoyo masuk katagori zona merah rabies atas saran kepala lingkungan setempat keenam warga tersebut langsung ke Puskesma untuk mendapatkan VAR (vaksin Anti rabies). Saat itu juga dilakukan tindakan terhadap HPR di sekitar areal anjing rabies yang ditemukan, dengan vaksin HPR serta eliminasi.
Menurut penuturan Lurah Tegalcangkring, I Gusti Ngurah Eka Armadi yang membenarkan kejadian tersebut atas meninggalnya salah satu warganya, mengatakan, almarhum terindikasi rabies dan diperkuat pernyataan rumah sakit menyatakan, almarhum positif terkena rabies. “Alamrhum saat digigit anjing menolak untuk berobat ke Puskesmas,” terangnya. Sabtu (18/6/2022).
Polres Situbondo Gerak Cepat, Misteri Pembunuhan Sopir Truk Berhasil Terungkap
Selain almarhum, lanjut Armadi, ada 6 warganya juga terkena gigitan anjing rabies, setelah disarankan berobat oleh kepala lingkungan mereka langsung menuju Puskesmas untuk mendapatkan penanganan dan VAR. “‘Saat itu juga tim Keswan Kesmavet Jembrana langsung melakukan vaksinasi masal dan eliminasi sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut Armadi mengatakan, almarhum terkena gigitan anjing sekitar 3 bulan yang lalu tidak merasakan gejala apapun dan dianggap biasa saja. Dikarenakan almarhum saat itu tidak berobat, pada hari Rabu 15 Juni 2022, korban mengalami gejala sakit yang mengarah ke rabies.
Kreatif, Warga Desa Lanas Buat Mesin Bajak Mini Dari Besi Rongsok
“Dua hari sebelum almarhum meninggal, dirinya sempat mengeluhkan tangannya yang terkena gigitan anjing terasa panas dan panasnya menjalar keseluruh tubuh, sehingga almarhum dilarikan ke RS Bali Med. Setelah mendapatkan penanganan, almarhum merasa enakan, akan tetapi pada hari Jumat (17/6/2022) sekira pukul 10.00 wita pagi harinya dirinya dinyatakan meninggal dunia dirumahnya,” tutupnya. Red Bali.






