Persindonesia.com Jembrana – Pasar Umum Negara yang baru saja dibuka resmi masih belum sepenuhnya ramai. Meski sebagian besar pedagang yang direlokasi telah menempati kios atau los mereka, namun masih banyak kios yang tampak kosong.
Menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata, penyebab utama masih banyaknya kios yang belum buka adalah karena beberapa pedagang memiliki lebih dari satu kios.
Tragisnya Terduga Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur sampai luka
“Untuk mengoptimalkan penggunaan kios, kami berencana mewajibkan para pedagang tersebut untuk membuka semua kios milik mereka atau mencarikan tenaga untuk mengelola kios yang tidak digunakan,” jelasnya. Rabu (9/10).
Sampai saat ini, lanjut Agus, semua pedagang yang telah mendaftar sudah mendapatkan tempat di Pasar Umum Negara. Namun, sekitar 30% kios masih belum buka karena faktor kepemilikan ganda. “Kami akan segera melakukan evaluasi dan mendorong agar semua kios dapat beroperasi,” ujarnya.
Penyu Lekang Kembali Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Perancak
Agus juga menambahkan bahwa Surat Ketetapan Penempatan (SKP) untuk para pedagang akan diberlakukan pada Januari 2025. “Sementara itu, bagi pedagang yang telah mendaftar namun belum mendapatkan tempat di Pasar Umum Negara, mereka akan ditempatkan sementara di Pasar Ijo Gading,” ucapnya. Ts






